ZONALITERASI.ID – Untuk pertama kalinya, seluruh ijazah, transkrip akademik, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi wisudawan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ditandatangani secara elektronik.
Penerapan kebijakan itu diluncurkan pada Wisuda Gelombang III UPI, di Kampus Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, di Gymnasium UPI, pada 14, 15, dan 16 Oktober 2025.
“Kebijakan ini menjadi langkah strategis UPI dalam mendukung transformasi digital perguruan tinggi, sekaligus memperkuat keabsahan dokumen akademik berbasis teknologi informasi,” kata Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., saat menyampaikan sambutan pada hari pertama wisuda, di Kampus Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Selasa, 14 Oktober 2025.
Prof. Didi mengungkapkan, penerapan tanda tangan elektronik ini dilakukan dengan sistem keamanan berlapis dan mengacu pada regulasi nasional mengenai sertifikasi elektronik, sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan peraturan turunannya. Dengan demikian, setiap dokumen akademik yang dikeluarkan UPI memiliki keabsahan hukum yang sama dengan dokumen fisik bertanda tangan basah.
“Dengan sistem digital ini, proses penerbitan ijazah dan dokumen pendukung dapat dilakukan lebih cepat, aman, dan transparan. Wisudawan juga dapat mengakses dokumen resmi mereka secara daring dengan jaminan validitas tinggi, karena setiap dokumen dilengkapi dengan kode verifikasi digital yang dapat dicek keasliannya melalui sistem akademik UPI,” ujarnya.
Prof. Didi menambahkan, langkah ini diharapkan menjadi model praktik baik (best practice) bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam memperkuat tata kelola akademik berbasis teknologi, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam mendorong digitalisasi administrasi pendidikan.
“Dengan demikian, UPI tidak hanya mempercepat proses layanan akademik, tetapi juga memperkuat integritas dan keandalan sistem informasi akademik, serta memberikan kemudahan bagi para lulusan dalam mengakses dokumen akademik yang sah dan diakui secara nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Wisuda 6.958 Lulusan
Sementara itu, pada wisuda gelombang III UPI dilantik sebanyak 6.958 lulusan.
Pada wisuda kali ini juga dilantik sebanyak 84 lulusan yang berasal dari luar negeri (mahasiswa internasional). Mereka berasal dari Uzbekistan, Filipina, Ghana, China, Timor Leste, Turkmenistan, Tanzania, Tiongkok, dan Sudan.
Lulusan yang diwisuda berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma, Profesi, Sarjana, Magister, hingga Doktor.
Adapun rincian pelaksanaan wisuda yaitu:
– Hari pertama (14 Oktober 2025): 2.330 wisudawan dari Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Sekolah Pascasarjana (SPS), serta Kampus UPI di Cibiru.
– Hari kedua (15 Oktober 2025): 2.348 wisudawan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), serta Kampus UPI di Tasikmalaya.
– Hari ketiga (16 Oktober 2025): 2.280 wisudawan dari Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI), serta Kampus UPI di Purwakarta, Serang, dan Sumedang.
Menurut Prof. Didi Sukyadi, wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen UPI dalam membangun sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
“Para wisudawan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang dan membawa nilai-nilai keilmuan, kepemimpinan, serta pengabdian bagi masyarakat,” katanya. (des)***





