Prodi TBI UIN Bandung Kupas Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 

WhatsApp Image 2025 07 23 at 19.57.36
Prodi Tadris Bahasa Indonesia (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di Aula FTK, Rabu, 23 Juli 2025, (Foto: Dok. UIN Bandung).

ZONALITERASI.ID – Program Studi (Prodi) Tadris Bahasa Indonesia (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, di Aula FTK, Rabu, 23 Juli 2025.

Dalam workshop ini hadir dua narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. Hj. Vismaia Damayanti, M.Pd. (Guru Besar dan Peneliti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI) dan Prof. Dr. Hj. Rahayu Kartadinata, M.Pd. (Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus pegiat riset dan ahli statistik).

Saat membuka workshop, Wakil Dekan I FTK, Dr. Irawan, S.Pd., M.Hum., menegaskan pentingnya membangun ekosistem penelitian yang kuat di lingkungan fakultas. Menurutnya, sebagai Unit Penyelenggara Program Studi (UPPS), fakultas bertanggung jawab untuk menumbuhkan budaya riset yang adaptif dan berkarakter.

“Pedoman penulisan skripsi dari universitas perlu disesuaikan dengan karakteristik penelitian pendidikan. Saat ini, mahasiswa Fakultas Tarbiyah juga dapat menyelesaikan tugas akhir tanpa skripsi, misalnya melalui artikel ilmiah terpublikasi minimal di SINTA 3 atau melalui karya inovatif berbasis eksperimen. Meski begitu, kemampuan dasar riset tetap harus dikuasai,” ujarnya.

“Sebagai langkah konkret, FTK membentuk unit khusus bernama Academic Hub Advisory (AHA) dan Unit Riset yang bertugas membantu mahasiswa yang mengalami kendala dalam menyusun skripsi maupun bentuk tugas akhir lainnya,” sambung Irawan.

Ia mengungkapkan, riset pendidikan di Fakultas Tarbiyah tak lepas dari tradisi Islamic Studies, sehingga memuat dimensi teologis dan filosofis.

“Penelitian pendidikan kita harus sejalan dengan visi keilmuan UIN: Rahmatan li al-‘Aalamiin. Bukan tidak mungkin, dari sini akan lahir teori pedagogik baru yang khas, yaitu pedagogik rahmatan li al-‘Aalamiin. Aamiin,” ujarnya.

Narasumber Prof. Vismaia Damayanti, dalam pemaparannya memotivasi para peserta yang terdiri atas dosen dan staf pengajar Prodi TBI untuk aktif meneliti. Ia menyoroti tren mahasiswa masa kini yang mulai berani mengangkat penelitian berbasis Research and Development, meskipun masih sederhana.

“Tugas dosen pembimbing adalah merespons secara intensif, sejak dari perencanaan, pelaksanaan, hingga publikasi dan implementasinya,” tuturnya.

Narasumber lainnya, Prof. Rahayu Kartadinata, menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam mengolah dan menyajikan data secara statistik serta menguji hipotesis.

“Kemampuan ini bukan hanya relevan untuk kepentingan akademik, tetapi juga menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja, terutama di lembaga survei dan instansi yang membutuhkan keahlian statistik,” jelasnya.

Sementara Ketua Prodi TBI, Dr. Hj. Yeti Heryati, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa TBI merupakan program studi baru, dan mahasiswa angkatan pertama akan segera memasuki tahap penyusunan tugas akhir.

“Karena itu, mereka perlu dibekali dengan landasan metodologis yang kuat dan arah penelitian yang khas, sesuai dengan identitas keilmuan pendidikan bahasa Indonesia,” ucapnya. (des)***