Ratusan Hektare Sawah di Padaherang Terendam Banjir, DPRD Pangandaran: Bupati Harus Koordinasi dengan Pemprov dan Pusat

banjir ratusan hektare sawah di Desa Paledah Pangandaran 1
Areal sawah yang terendam banjir di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. (Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran Fraksi Gerindra, Kholik, mengatakan, Pemkab harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Pemerintah Pusat untuk menanggulangi banjir di Desa Paledah dan Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang.

“Melihat situasi keuangan di Pemkab Pangandaran, mungkin Ibu Bupati harus selalu berkoordinasi dengan Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Supaya, semuanya bisa terselesaikan,” kata Kholik, di Mangunjaya Pangandaran, Sabtu, 31 Mei 2025.

Kholik menuturkan, banjir yang merendam ratusan hektare sawah di wilayah Kecamatan Padaherang berdampak signifikan terhadap perekonomian ratusan petani. Sebab, sumber penghasilan mereka dari hasil pertanian.

“Tentu hal tersebut tidak hanya berdampak terhadap petani di Desa Paledah dan Desa Maruyungsari, tapi juga di daerah lainnya. Contoh, di Mangunjaya dari 1.700 hektare sawah ada seluas 700 hektare yang hampir setiap tahunnya gagal panen,” sebut Kholik.

Ia menambahkan, selain Pemkab Pangandaran, BBWS Citanduy harus melakukan perbaikan saluran irigasi ataupun sungai.

Butuh Anggaran Rp400 miliar

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan, menuturkan, beberapa lahan persawahan di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Cimerak memang kerap terendam banjir kiriman.

“Jadi, untuk urusan sungai itu kewenangannya ada di BBWS, nah kita sudah usulkan untuk ditangani itu. Saat ini, lahan persawahan yang baru ditangani yaitu kawasan Karang Tirta, Kecamatan Sidamulih. Sedangkan untuk lahan lainnya itu belum ditangani. Nah, untuk di Padaherang Insya Allah sudah masuk agenda dan akan ditindaklanjuti tahun 2026 mendatang,” ,” ujar Yadi, di Pangandaran, Senin, 24 Maret 2025.

Yadi menyebutkan, di Kecamatan Padaherang, setidaknya ada 11 titik lahan persawahan yang kerap mengalami kebanjiran akibat kiriman air dari pegunungan dan beberapa desa sekitarnya.

“Kan, DED-nya (Detail Engineering Design) juga sudah selesai, tinggal pelaksanaanya di tahun 2026. Anggaran yang dibutuhkan untuk mengatasi banjir di lahan persawahan di Kecamatan Padaherang yaitu sekitar Rp400 miliar.  Nanti di sana (Padaherang) akan dibangun folder-folder untuk menampung air rob atau banjir,” ujarnya.

Menurutnya, fungsi folder tersebut mirip seperti embung atau kolam retensi dan saat musim hujan bisa menampung air hujan. Kemudian, saat musim kemarau embung itu bisa menjadi sumber air bagi kawasan sekitarnya.

“Bahkan bisa multifungsi, bisa jadi tempat budidaya ikan nantinya,” katanya.

Yadi menambahkan, Pemda Kabupaten Pangandaran juga harus berkontribusi dengan melakukan pembebasan lahan yang memerlukan anggaran besar.

“Itu bisa dari APBD atau sumber anggaran lain,” imbuh Yadi. ***