ZONALITERASI.ID – Yayasan Kebudayaan Rancage memberikan Hadiah Jasa kepada sastrawan Sunda, Aan Merdeka Permana.
Pengumuman penghargaan terhadap pria kelahiran Bandung, 16 November 1950 ini disampaikan oleh Ketua I Yayasan Kebudayaan Rancage, Etti RS, saat membacakan keputusan Hadiah Sastra Rancage ke-38, di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Sabtu 31 Januari 2026.
“Penghargaan ini diberikan kepada individu atau lembaga yang dinilai berjasa dalam pengembangan bahasa dan sastra daerah. Penghargaan ini diberikan sejak 1990, namun sempat terhenti pada 2018 dan dilanjutkan lagi sejak 2025,” kata Etti.
Selain memberikan Hadiah Jasa kepada Aan Merdeka Permana, Yayasan Kebudayaan Rancage menetapkan 3 sastrawan sebagai pemenang Hadiah Sastra Rancage 2026 atas buku terbitannya pada 2025. Ketiga sastrawan ini menulis dalam bahasa daerah Sunda, Jawa, dan Bali.
Yayasan Kebudayaan Rancage akan memberi penghargaan berupa piagam dan uang tunai sebesar Rp 7,5 juta ke masing-masing juara.
Pemenang untuk sastra Sunda yaitu Ari Andriansyah lewat kumpulan sajak berjudul Urat Jagat, kemudian sastra Jawa diraih Ki Sudadi lewat buku kumpulan cerita pendek berjudul Malaikat Cilik. Sementara pemenang sastra Bali adalah Ketut Sugiarta yang menulis novel Lampah Sang Pragina (Perjalanan Sang Penari).
Menurut Etti RS, buku yang dinilai oleh juri untuk Hadiah Sastra Rancage 2026 sebanyak 57 judul atau meningkat tiga judul dari tahun sebelumnya. Rinciannya, sebanyak 17 judul karya sastra Sunda, 25 judul karya sastra Jawa, 12 judul karya sastra Bali, dan 3 judul karya sastra Batak.
“Namun, hanya buku berbahasa Sunda, Jawa, dan Bali yang dinilai tim juri. Adapun buku-buku dalam sastra Lampung, Batak, Madura, dan Banjar, belum ada yang memenuhi syarat untuk diberi hadiah tahun ini,” katanya.
Etti berharap di tahun mendatang akan lebih banyak lagi buku yang terbit dari berbagai daerah. Kata dia, ada kemungkinan naskah yang dinilai tidak hanya buku, melainkan manuskrip atau calon buku.
“Hal ini untuk mengantisipasi kesulitan pengarang dalam menerbitkan buku,” kata dia.
Dalam proses penilaian oleh dewan juri, para pemenang bersaing dengan karya sastrawan lain. Karya unggulan pada kategori sastra Sunda yaitu buku kumpulan cerita pendek Buta Linglung karangan Nena Cunara, serta kumpulan sajak Lokatmala dari Nita Widiati Efsa.
Sementara di sastra Jawa, calon pemenangnya ada Kang Ansorik yang membuat antologi geguritan berjudul Ngutug Ati. Kemudian antologi cerita pendek karangan Bambang Nugroho bertajuk Hotel Indah, serta novel DhaBenSu atau Dhadhung Benang Sutra karya Narko Sodrun Budiman.
Hadiah Sastra Rancage merupakan hadiah tahunan yang diberikan sejak tahun 1989 tanpa henti. Apresiasi untuk pengembangan sastra daerah di Indonesia itu merupakan warisan dari mendiang sastrawan sekaligus budayawan Ajip Rosidi yang wafat pada 29 Juli 2020 di usia 82 tahun. (des)***





