Sejarah dan Tokoh di Balik Peringatan Hari Puisi Nasional

Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 p 48 ratio 16x9 1
Hari Puisi Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 28 April. Peringatan ini bertujuan untuk mengenang Chairil Anwar, salah satu tokoh penyair legendaris Indonesia. (Foto: Blogspot.co.id)

ZONALITERASI.ID – Hari Puisi Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 28 April. Peringatan ini bertujuan untuk mengenang Chairil Anwar, salah satu tokoh penyair legendaris Indonesia.

Karena pengaruhnya yang besar terhadap perkembangan dunia sastra di Indonesia, tanggal wafat Chairil Anwar dipilih sebagai simbol peringatan nasional bagi dunia puisi.

Chairil Anwar dikenal sebagai pelopor puisi modern Indonesia, dengan karya-karya yang berani, lugas, dan penuh semangat perjuangan.

Ya, di tengah derasnya arus teknologi, Hari Puisi Nasional mengingatkan kita bahwa kekuatan kata-kata tetap relevan dalam membentuk empati, menginspirasi perubahan, dan memperkaya budaya bangsa.

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang tatanan katanya seringkali menggunakan kata-kata kiasan dengan makna mendalam. Puisi menjadi media untuk menyalurkan kritik sosial, semangat perubahan, hingga ekspresi keindahan batin.

Lalu, bagaimana sejarah Hari Puisi Nasional dan siapakah tokoh di baliknya? Berikut paparannya.

Sejarah Hari Puisi Nasional

Mengutip situs DITSMP Kemdikbud, Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 April mengacu kepada tanggal wafatnya penyair Chairil Anwar. Peringatan ini digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia.

Chairil Anwar sendiri diketahui telah membuat lebih dari 90 karya dan 70 di antaranya merupakan puisi. Berkat dedikasinya pada kesastraan, Chairil Anwar dinobatkan sebagai pelopor Angkatan 45.

Sosok Chairil Anwar

Chairil Anwar lahir pada 22 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara dan wafat di Jakarta pada 28 April 1949. Pengalamannya dalam menulis ia mulai sejak tahun 1942 dengan puisi berjudul “Nisan”.

Ada banyak puisi-puisi ciptaannya yang terkenal, contohnya adalah puisi yang berjudul Aku, Karawang-Bekasi, dan Diponegoro. Puisi karya Chairil Anwar berjudul Aku yang dimuat di Majalah Timur pada tahun 1945 dianggap memiliki pengaruh yang besar terhadap Angkatan 45.

Chairil Anwar adalah tokoh pelopor sastra angkatan 45, mendapatkan julukan ‘Si Binatang Jalang’ karena karya-karyanya yang beraliran eksistensialisme.

Untuk mengenang dedikasinya pada bidang sastra, hari wafat Chairil Anwar diperingati sebagai Hari Puisi Nasional.

Dua Versi Hari Puisi di Indonesia

Terdapat dua pendapat mengenai Hari Puisi Nasional Indonesia. Yang pertama adalah tanggal 28 April yang diambil dari tanggal meninggalnya Chairil Anwar. Peringatan ini digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen bekerjasama dengan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia.

Lalu, versi kedua adalah tanggal 26 Juli yang merupakan hari lahir Chairil Anwar yang digagas oleh Presiden Sastrawan Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri pada tahun 2012.

Namun, walaupun terdapat perbedaan pendapat mengenai peringatan Hari Puisi Nasional, kedua tanggal tersebut juga masih memiliki sangkut paut dengan Chairil Anwar sebagai tokoh sastra Indonesia legendaris.

Demikian informasi mengenai Hari Puisi Nasional dan tokoh di baliknya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. ***