ZONALITERASI.ID – Para siswa yang belajar di SMK PUI Majalengka tampaknya semakin mandiri. Teori yang dipelajari dipraktekan sehingga menjadi keterampilan.
Hasilnya kini, beragam kreativitas hasil anak-anak didik SMK PUI Majalengka cukup banyak. Di antaranya ada kursi multifungsi yakni bisa berfungsi sebagai tangga sekaligus bisa diubah menjadi kursi dengan bentuk yang bisa dilipat dengan mudah. Juga ada jam dinding dari cakram dan roda gigi, lampu hias dari limbah otomotif serta running tex, juga instalasi jaringan internet. Yang terbaru, dan telah dirintis sejak bulan Juli 2025 yakni punya Unit usaha sablon.
Usaha sablon ini, meski baru berusia enam bulan, namun sudah banyak yang order. Terutama dari kalangan internal sekolah. Sehingga, jika ada event atau acara tertentu yang mengharuskan ada baju kaos yang perlu di-sablon tidak perlu membeli ke pihak luar.
Kepala SMK PUI Majalengka, Suhardi S.Pd., mengatakan, dengan semakin banyaknya kreativitas dari peserta didik di SMK PUI Majalengka ini diharapkan akan menumbuhkan kemandirian dan rasa memiliki untuk mempraktekkan ilmu yang dipelajari, maupun sekadar untuk menyalurkan hobi.
“Kita sebagai gurunya juga merasa bangga dan senang. Sebagai catatan, untuk jasa instalasi jaringan, kita pernah kerja sama dengan pihak swasta pada tahun 2024 lalu,” ungkap Suhardi, usai melaunching Unjuk Karya di halaman sekolah SMK PUI Majalengka, Kamis, 11 Desember 2025.
Suhardi menambahkan, pihaknya menceritakan bahwasanya, sejak tahun 2023, anak-anak SMK PUI Majalengka juga telah membantu untuk pengelasan gawang futsal di sejumlah daerah.
“Untuk Unit usaha sablon, tentunya anak-anak punya konsep sendiri yakni siap untuk memenuhi sesuai permintaan. Selain harga bersaing, siap juga dengan kualitas yang mumpuni,” ucapnya.
Suhardi menjelaskan, SMK PUI Majalengka akan terus berupaya untuk memotivasi anak-anak peserta didik agar lebih bisa berkreativitas supaya nanti setelah lulus dari sekolah punya keahlian dan keterampilan yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan.
“Tujuan kami adalah untuk memotivasi peserta didik, supaya tidak bosan juga belajar teori saja. harus ada praktek langsung untuk mendukung pembelajaran, sehingga ilmu yang didapat cukup lengkap,” ujarnya.
Suhardi mengakui bahwa masih ada banyak keterbatasan dari pihak sekolah, oleh karenanya, sekolah akan berkolaborasi dengan pihak lain dan memfasilitasi siswa untuk bisa bekerja sama dengan pihak-pihak lain.
“Kami tetap harus melangkah kami bisa lebih mengasah kreativitas. Kami akan terus berupaya supaya lebih baik lagi, sehingga peserta didik bisa bekerja di luar kemampuan pembelajaran sekolah,” ujar Suhardi.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Majalengka, Abdul Aziz, mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh anak didik SMK PUI Majalengka dengan beragam hasil kreativitasnya. Unit produksi yang sedang dikembangkan di sekolah SMK PUI Majalengka ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan instansi dan OPD lainnya.
“Di kami juga ada bidang UKM. Silakan berkomunikasi dan berkoordinasi. Termasuk nanti bisa berkolaborasi dengan pihak swasta,” ujarnya.
Berdiri sejak tahun 1997 lalu, SMK PUI Majalengka telah melahirkan banyak alumni berprestasi. Tahun ini jumlah siswanya 125 dengan jumlah guru 19 orang. (rik)***





