ZONALITERASI.ID – Penghargaan membanggakan diraih Kepala SDN Padurenan VI Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, H. Supyanto, S .Pd., M.Pd.. Pada 2014, Supyanto meraih Juara II Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional. Sebelumnya, untuk tingkat Provinsi Jawa Barat dan Kota Bekasi, predikat juara I Kepala Sekolah Berprestasi, diperoleh pendidik kelahiran Tasikmalaya, 4 Agustus 1969 ini.
Tak hanya itu, sembilan tahun sebelum mendapat predikat kepala sekolah berprestasi, pada 2005, Supyanto terpilih menjadi Juara I Guru Berprestasi Tingkat Kota Bekasi, Juara I Tingkat Provinsi Jabar, dan memboyong Juara Harapan Guru Berprestasi Tingkat Nasional.
Bagi Supyanto, kebahagiaan sebagai kepala sekolah dan guru berprestasi, begitu berbekas di hatinya. Tak heran jika perasaan bangga dan haru muncul dari suami Neni Nataliawaty dan ayah dari Muhammad Fauzan Fakhrurozi, Muhammmad Barkah Syahbani, dan Fauziah Nurul Hidayah ini.
“Saya sangat mencintai profesi mulia ini. Sejak saya mengabdi sebagai tenaga honorer setelah lulus dari SPGN Tasikmalaya pada tahun 1989 dan diangkat menjadi guru PNS sejak tahun 1997, saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan. Saat saya mendapat penghargaan sebagai guru berprestasi, saya anggap sebagai pemicu agar lebih banyak lagi berkiprah di sekolah. Masih banyak hal yang harus dibenahi dalam mengelola sekolah,” kata Supyanto, kepada Zonaliterasi.id, beberapa waktu lalu.
Saat ditanya kiat-kiat menjadi kepala sekolah berprestasi, pria yang sebelumnya menjadi guru PNS di Kecamatan Bekasi Timur dan Kepala SDN Durenjaya II Bekasi Timur ini mengatakan, ada tiga tiga hal yang harus dibenahi dalam mengelola sekolah. Pertama, pembenahan struktur organisasi secara tepat. Kedua, menciptakan sistem organisasi yang sehat. Dan ketiga, membiasakan budaya organisasi yang mantap.
“Namun, yang paling memotivasi saya mengabdi di dunia pendidikan karena menjadi guru adalah panggilan jiwa. Guru mewariskan budaya dan mengubah paradigma generasi muda yang akan datang. Karena kewajiban kita harus mewariskan generasi yang lebih baik. Hanya lewat pendidikanlah tujuan itu bisa dicapai,” ujar dia.
“Menjadi guru yang baik, adalah menjadi tauladan bagi murid-muridnya, tidak hanya bicara tentang kompetensi tetapi harus menjadi panutan dalam semua aspek kehidupan,” tambah Supyanto yang juga aktif di PGRI Kota Bekasi dan Andalan Cabang Kwarcab Kota Bekasi.
Lulusan DII IKIP Bandung (UPI), S1 STKIP Siliwangi Bandung, dan S2 Univesitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berharap, kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia terus ditingkatkan.
“Mudah-mudahan wajib belajar 12 tahun segera direalisasikan. Sehingga, bangsa Indonesia ini dapat bersaing dengan bangsa lainnya,” tandas Supyanto. (des)***