Tempat Sampah Pintar ‘Srikandi’, Inovasi Berbasis AI Karya Alumni MAN IC Serpong

01KEG79YQTD10V7W3M909RMXAF
Alumni MAN IC Serpong membuat inovasi dalam memilah sampah. Inovasi yang kemudian diberi label 'Srikandi' dan dikembangkan oleh startup @nusabin.id. ini didesain sebagai sistem pengelolaan sampah pintar berbasis AI, IoT, dan robotika, (Foto: Kemenag).

ZONALITERASI.ID – Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong membuat inovasi dalam memilah sampah.

Inovasi yang kemudian diberi label ‘Srikandi’ dan dikembangkan oleh startup @nusabin.id. ini didesain sebagai sistem pengelolaan sampah pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan robotika.

‘Srikandi’ bisa memilah sampah secara otomatis. Srikandi merupakan tempat sampah pintar yang dapat memilah, merekam, dan melaporkan data sampah secara otomatis.

‘Srikandi’ sendiri dikembangkan oleh tiga alumni MAN IC Serpong melalui startup Nusabin. Ketiganya berasal dari angkatan 22, yaitu Zhafir, Rayhan, dan Galih.

Salah satu perancang ‘Srikandi’, Zhafir, menuturkan, inovasi ini menggunakan  AI, IoT, dan robotika untuk memilah sampah secara otomatis dari hulu. Model ini dikembangkan agar pemilahan sampah menjadi lebih mudah, efisien, sekaligus membangun kebiasaan baik bagi civitas akademika madrasah.

“‘Srikandi’ kami mulai di MAN Insan Cendekia Serpong sebagai titik awal, sejalan dengan tagline Nusabin: “#ItMustBeSimple!”,” ujar Zhafir, di Serpong, Jumat, 9 Januari 2026, dilansir dari laman Kemenag.

Perancang ‘Srikandi’ lainnya, Rayhan, menuturkan, inovasi ini lahir dari semangat alumni untuk memberikan dampak besar, dimulai dari lingkungan tempat mereka dibesarkan. Karya ini menunjukkan bagaimana alumni IC Serpong mengaplikasikan nilai-nilai “Belajar adalah Ibadah, Prestasi adalah Dakwah” dalam dunia nyata.

“‘Srikandi’ menjadi simbol perubahan dan kebiasaan kecil yang berdampak besar dalam pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan,” ucap Rayhan.

Menyinggung keberadaan startup Nusabin, disampaikan oleh perancang ‘Srikandi’ yang ketiga, Galih. Menurutnya, startup ini didirikan pada Juli 2025, oleh tiga sahabat lama semasa studi di IC Serpong yang bertemu kembali setelah lulus kuliah dan bekerja. Mereka adalah Ariz, Rayhan, dan Galih.

“Keinginan untuk membuat inovasi tersebut sudah ada sejak berstudi di IC Serpong namun belum menemukan pola dan mekanismenya,” kata Galih.

Kepala MAN IC Serpong, Hilal Najmi, mengatakan, pihaknya akan mensuport setiap karya dan kreasi alumninya termasuk untuk pengembangan Srikandi.

“Meski hanya bersifat memberi masukan-masukan, kami akan terus mensuport inovasi dari alumni. Saya melihat ‘Srikandi’ merupakan karya inovatif sekaligus solutif untuk membantu memilah sampah tanpa harus mengeluarkan effort berlebih,” katanya. (des***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *