Terobosan Disdik Garut, Manfaatkan Siaran TV Lokal untuk PJJ

FOTO DISDIK GARUT 1
Disdik Garut bekerja sama dengan televisi lokal untuk pelaksanaan PJJ, (Foto: Pikiran-Rakyat.com).

ZONALITERASI.ID – Dinas Pendidikan (Disdik)) Kabupaten Garut terus mencari cara terbaik agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa berjalan dengan baik.

Kini, Disdik Garut mulai menggunakan siaran televisi (TV) untuk pelaksanaan PJJ. Cara ini menjadi terobosan baru yang diharapkan bisa lebih mengefektifkan kegiatan PJJ di Kabupaten Garut.

Kepala Disdik Kabupaten Garut, Totong, menuturkan, bersamaan dengan diberlakukannya PJJ atau pembelajaran dalam jaringan (daring) di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya terus melakukan evaluasi.

“Setelah kami evaluasi, kami melihat, banyak kendala saat PJJ menggunakan fasilitas jaringan internet. Sistem ini belum begitu maksimal dikarenakan berbagai hal,” kata Totong, dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Diungkapkannya, selain masih banyak daerah di wilayah pelosok yang masih belum bisa terjangkau jaringan internet, di Garut juga tak sedikit orang tua atau siswa yang belum memiliki smartphone atau laptop. Hal ini tentu menyebabkan PJJ dengan sistem pemanfaatan jaringan internet tidak berjalan efektif.

“Kalaupun mereka memiliki perangkat handphone, tapi banyak juga yang kesulitan dalam pengisian kuota internetnya. Ini menjadi bahan pertimbangan kita sehingga kita coba cari alternatif lain yang lebih epektif,” terangnya.

Lanjut Totong, setelah melihat kondisi itu, Disdik mencari alternatif lain dalam melaksanakan PJJ. Pihaknya berinisiatif mengajak sebuah stasiun TV lokal, Sembilan TV, untuk bekerja sama menyiarkan program PJJ melalui siaran TV.

“Totong menjelaskan, sistem pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan siaran TV lokal ini berlangsung setiap Senin sampai Jumat selama delapan jam setiap harinya. Penyiaran dimulai pukul 08.00 WIB dengan materi pelajaran dibagi mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP,” terangnya.

Ia menyebutkan, materi pembelajaran yang disiarkan TV lokal ini dipaparkan langsung oleh guru sesuai jadwal pelajaran yang sudah ditentukan. Adapun para siswa menyimak langsung di rumah masing-masing melalui pesawat TV.

“Pemaparan jadwal pelajarannya dimulai dari tingkat PAUD dan TK selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran untuk siswa SD dan SMP masing-masing 3 jam. Pemaparan langsung dilakukan oleh guru melalui siaran TV,” katanya.

Totong berharap, pelaksanaan PJJ dengan sistem siaran TV lokal itu bisa memberikan manfaat bagi seluruh siswa karena bisa diakses dengan mudah dan murah melalui perangkat TV di rumahnya masing-masing.

“Ternyata cara ini lebih epektif. Berdasarkan laporan manajemen Sembilan TV, daya jangkau siaran TV lokal tersebut bukan hanya menjangkau wilayah perkotaan tapi juga ke daerah, kecuali untuk wilayah selwtan yang masih ada kendala,” sebutnya.

Totong menambahkan, selain pembelajaran secara daring dan melalui siaran TV, pihaknya juga menerapkan sistem lainnya. Para guru juga sudah memberikan pelajaran tambahan melalui sistem luar jaringan (luring).

“Lewat sistem luring ini, guru door to door mendatangi rumah siswa, terutama untuk daerah yang belum ada jaringan internet. Pokoknya kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pada masa pandemi Covid-19 ini, siswa tetap bisa belajar,” pungkas Totong. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *