ZONALITERASI.ID – Ipsos, perusahaan riset pasar global, mengungkap 87% orang Indonesia dalam surveinya sepakat pelarangan media sosial (medsos) untuk anak di bawah usia 14 tahun, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Dalam survei yang dilakukan Ipsos terdapat 23.700 orang dewasa pengguna internet yang terlibat. Mereka berusia di bawah 75 tahun dan berasal dari 30 negara. Ipsos melakukan wawancara pada 20 Juni hingga 4 Juli 2025.
Berdasarkan riset ini, mayoritas orang dewasa di seluruh 30 negara mendukung pelarangan medsos untuk anak di bawah 14 tahun, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Dalam survei ini, 87% responden dari Indonesia setuju anak di bawah 14 tahun dilarang menggunakan media sosial, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Persentase ini meningkat dari survei tahun 2024, yaitu 79%.
Survei ini juga menunjukkan, Indonesia menjadi negara teratas yang setuju soal pelarangan ini. Kemudian, Prancis dan Italia mengikuti dengan persentase 85% dan 83%.
Namun, persentase yang tinggi tidak berlaku untuk penggunaan ponsel pintar di sekolah. Hanya 40% responden dari Indonesia yang setuju smartphone dilarang di sekolah. Persentase ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya 38%.
Mayoritas Orang Tua Dukung Pelarangan Medsos
Survei Ipsos mengungkap, orang dewasa yang memiliki anak lebih cenderung setuju dengan pelarangan medsos untuk kelompok usia tertentu. Secara global 74% responden yang punya anak usia sekolah, menilai medsos perlu dilarang untuk anak di bawah 14 tahun.
Sementara untuk orang dewasa yang tidak memiliki anak usia sekolah, sebanyak 69% dari mereka setuju soal ini.
Sebagai informasi, Ipsos merupakan perusahaan yang berpusat di Prancis. Ipsos melakukan survei untuk sejumlah topik di antaranya persepsi dan ekspektasi pendidikan di negara masing-masing, mata pelajaran paling disukai dan paling tidak disukai, tantangan dalam pendidikan dan yang dialami anak muda, serta teknologi dan masa depan. (des)***





