Tinjau TKA Jenjang SMP di Kota Bandung, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat Bilang Begini

WhatsApp Image 2026 04 08 at 20.57.21
Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, saat meninjau pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026, (Foto: Dok. Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memastikan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Bandung berjalan sesuai dengan ketentuan prosedur dan mekanisme yang sudah ditetapkan.

Hal ini nampak saat Atip meninjau pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026.

“Alhamdulillah, tadi saya perhatikan dan sudah masuk juga ke ruang tesnya, itu sudah sesuai, dan berjalan dengan baik, tidak ada pelanggaran-pelanggaran. Mudah-mudahan juga hari-hari berikutnya sama juga,” kata Atip, di sela kunjungan.

Atip mengungkapkan, tujuan pokok dari TKA adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kemampuan individual dari para siswa sesuai dengan kemampuan akademik murid. Dia berharap, semua pihak dapat terus berkolaborasi dengan baik sehingga pelaksanaan TKA terus mengalami peningkatan.

Pada kesempatan ini Atip juga berpesan kepada para siswa yang mengikuti TKA untuk tidak perlu cemas dalam menghadapi TKA, utamanya adalah mempersiapkan diri dengan baik.

“TKA ini bukan penentuan kelulusan, tetapi untuk mengetahui kemampuan akademik masing-masing, jadi tidak perlu cemas. Makanya mengapa namanya bukan ujian, tapi tes, kalau ujian itu sudah terlalu banyak ujian kita dalam kehidupan ini, jadi tes saja namanya,” ucap Atip.

Terkait dengan kesiapan pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pengecekan ke setiap sekolah, guna menunjang kelancaran TKA.

Ini dilakukan tidak setiap sekolah dapat menjadi tempat pelaksanaan TKA. Terdapat sekolah yang masuk zona blank spot internet.

“Sekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga di dukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah. Termasuk sebelumnya juga ada pelatihan, baik guru maupun ke siswanya,” jelas Asep.

Sikap optimis ditunjukkan oleh salah satu peserta TKA bernama Zaskia siswa kelas 9D, yang harus mengikuti ujian dengan kursi roda, karena baru selesai menjalani operasi tulang. Zaskia pun menuturkan persiapan yang dia lakukan di antaranya dengan latihan soal dan belajar bersama.

“Pastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Ratu Putri Anjani, siswa kelas 9C yang baru selesai mengikuti TKA mata pelajaran Matematika. Meski terkendala pada beberapa soal, dia optimis meraih nilai yang baik pada Tes Kemampuan Akademik ini.

“Alhamdulillah lancar, walaupun ada beberapa soalnya yang sulit, tetapi sejauh ini bisa ,banyak soal yang dikerjakan, jadi tetap optimis,” ujarnya. (des)***