UPI Kukuhkan 23 Guru Besar, Warek Prof. Didi Sukyadi: Lokomotif Inovasi yang Berpihak pada Kemanusiaan

WhatsApp Image 2025 05 20 at 18.12.15
UPI menggelar pengukuhan 23 guru besar selama 3 hari, mulai Selasa sampai Kamis, 20-23 Mei 2025. Pada pengukuhan hari pertama, Selasa, 20 Mei 2025, 8 guru besar menyampaikan Pidato Pengukuhan Guru Besar, di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung. (Foto: Dok. UPI)

ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pengukuhan 23 guru besar selama 3 hari, mulai Selasa sampai Kamis, 20-23 Mei 2025.

Pada pengukuhan hari pertama, Selasa, 20 Mei 2025,  8 guru besar menyampaikan Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar, di Gedung Achmad Sanusi UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung.

Pengukuhan Jabatan Guru Besar UPI tahun 2025 dibuka oleh pimpinan sidang Wakil Rektor (Warek) Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Selanjutnya pembacaan kutipan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tentang Kenaikan Jabatan Akademik atau Fungsional Dosen oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana, dan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Adang Suherman, M.A..

Adapun 8 guru besar yang dikukuhkan hari ini yaitu:

1. Prof. Dr. Sucipto, M.Kes., AIFO. (guru besar Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan [FPOK] UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Pendidikan dan Pengembangan Guru Pendidikan Jasmani, menyampaikan pidato pengukuhan “Membentuk Karakter Siswa melalui Integrasi Teknologi Digital ke dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani”);

2. Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidik, M.Pd. (guru besar Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan [FPOK] UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Kondisi Fisik Olahraga, menyampaikan pidato pengukuhan “Paradigma Periodisasi Program Latihan dalam Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Fisik Atlet Menuju Prestasi Tinggi”);

3. Prof. Dr. Anne Hafina Adiwinata, M.Pd. (guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan [FIP] UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Sistem Penghantaran Bimbingan dan Konseling, menyampaikan pidato pengukuhan “Pengembangan Kompetensi Konselor: Konselor Hadir dalam Merawat Luka dan Menumbuhkan”);

4. Prof. Dr. Ilfiandra, M.Pd. (guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan [FIP] UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Sistem Manajemen Bimbingan dan Konseling,  menyampaikan pidato pengukuhan “Pendekatan Holistik Membangun Budaya Damai di Sekolah: Suatu Perspektif Multidisiplin”);

5. Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. (guru besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pegetahuan Sosial [FPIPS] UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Museologi, menyampaikan pidato pengukuhan “Reimagining Museums: Spektrum Sumber Belajar Sejarah dalam Ruang Pendidikan yang Berkelanjutan”);

6. Prof. Dr. Nanang Ganda Prawira, M.Sn., guru besar Fakultas Pendidikan Seni dan Desain [FPSD] bidang ilmu/kepakaran Kajian Budaya Visual dan Estetika Desain, menyampaikan pidato pengukuhan “Budaya Visual Era Media Sosial, Rivalitas Viralitas, dan Disrupsi Artificial Intelligence (AI): Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Desain Komunikasi Visual”);

7. Prof. Dr. Zakarias Sukarya Soeteja, S.Pd., M.Sn. (guru besar Fakultas Pendidkan Seni dan Desain [FPSD] bidang ilmu/kepakaran Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Seni Rupa, menyampaikan pidato pengukuhan “Memanusiakan Manusia melalui Seni, Implementasi Paradigma Pasca-Postmodern dalam Kurikulum Pendidikan Seni Rupa di Indonesia menjawab Tantangan Abad Ke-21”);

8. Prof. Dr. Neiny Ratmaningsih, M.Pd. (guru besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pegetahuan Sosial [FPIPS] UPI dalam bidang ilmu/kepakaran Strategi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, menyampaikan pidato pengukuhan “Pembelajaran IPS berbasis Modal Sosial: Strategi Membangun Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa”).

Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UPI, Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed., mengatakan, para guru besar yang telah memaparkan pemikirannya pada pengukuhan hari ini, mampu menunjukkan potensi perseptual yang dimiliki kepada seluruh manusia untuk bisa mengenali dunia ini dengan menunjukkan perspektif tertentu secara keilmuan sehingga mencapai suatu keyakinan tentang kebenaran.

“Para guru besar telah mampu menunjukkan kemampuan dalam potensi memorial untuk menemukan pengetahuan yang sangat spesifik dalam bidang keilmuan. Para guru besar telah mampu menunjukkan kemampuan instropektifnya melalui pengetahuan yang dihasilkan dalam konteks keilmuan yang umum sehingga menjadi jelas kebaruan ilmiah, keunikan, dan kontribusi dalam bidang keilmuan yang digeluti. Para guru besar telah percaya diri dan berani untuk menunjukkan tulisan ilmiah dalam jurnal-jurnal nasional maupun internasional,” kata Prof. Didi, saat berbicara di depan Sidang Pengukuhan Jabatan Guru Besar.

Pada kesempatan sama, Warek Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI, Prof. Didi Sukyadi, yang memimpin Sidang Pengukuhan Jabatan Guru Besar, menyampaikan kepada para guru besar yang dikukuhkan untuk menjadi lokomotif inovasi yang berpihak pada kemanusiaan, menjadi pemimpin pemikiran di panggung nasional dan global, serta menjadi penjamin mutu dan intelektual dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Pengukuhan ini bukan garis akhir, ini merupakan titik awal untuk menjawab tantangan zaman dengan keteladanan dan berpikir melampaui batas sehingga menciptakan karya lebih banyak lagi,” ujarnya.

Sementara Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, menuturkan, para guru besar perlu mengedepankan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab, tinimbang hak dan kewenangan.

“Para guru besar harus memenuhi standar akuntabilitas yaitu yuridis-prosedural, teknis-profesional, etis-proporsional, spiritual-komitmen, transparansi, dan independensi,” tandas Nanan. (des)***