UPI Tambah Dua Guru Besar Baru, Ada Profesor Termuda dari FPMIPA

2 gubes 1 1536x839 1
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melantik dua guru besar baru. Penyerahan Surat Keputusan sebagai Guru Besar dilaksanakan di Ruang Rapat Partere, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026, (Foto: Dok. UPI).

ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melantik dua guru besar baru. Penyerahan Surat Keputusan sebagai Guru Besar dilaksanakan oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi M.A., di Ruang Rapat Partere, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.

Adapun kedua guru besar UPI tersebut yaitu Prof. Mustika Fitri, M.Pd., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan [FPOK]) serta Prof. Dr. Eka Cahya Prima, M.T. (Guru Besar Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam [FPMIPA]).

Dengan penambahan kedua guru besar tersebut, jumlah guru besar UPI kini mencapai 250. Capaian ini melampaui target awal institusi yang menargetkan proporsi guru besar sekitar 10 persen dari total dosen yang dimiliki.

Pada pelantikan guru besar ini, prestasi istimewa dicatat oleh Prof. Eka Cahya Prima. Prof. Eka menjadi guru besar termuda yang ditetapkan oleh UPI. Saat ini, dia berusia 35 tahun.

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, bertambahnya jumlah guru besar merupakan modal strategis untuk memperkuat kinerja UPI, khususnya dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

Menyikapi prestasi Prof. Eka sebagai guru besar UPI termuda, Prof. Didi berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi serta membuka peluang lahirnya profesor-profesor muda lainnya di lingkungan kampus

“Ini merupakan pencapaian yang jarang terjadi. Mudah-mudahan tidak hanya berhenti pada satu orang, tetapi akan lahir kembali guru besar-guru besar termuda lainnya di UPI,” ujarnya.

Prof. Didi menambahkan, dengan bertambahnya jumlah guru besar, UPI menargetkan peningkatan signifikan pada kinerja riset, publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil penelitian.

“Peningkatan tersebut diharapkan berdampak langsung pada kenaikan berbagai indikator kinerja utama (IKU) universitas,” pungkasnya.

Ketua Dewan Guru Besar UPI, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan UPI. Menurutnya, capaian ini menunjukkan perkembangan signifikan kualitas sumber daya manusia akademik UPI.

“Yang pertama tentu bersyukur karena guru besar kita bertambah menjadi 250. Ini sudah jauh melebihi target awal, yaitu sekitar 10 persen dari jumlah dosen yang kita miliki,” ujarnya.

Prof. Dadang menegaskan, kehadiran guru besar baru menjadi kekuatan strategis dalam meningkatkan kinerja UPI, khususnya pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Dadang juga menyoroti salah satu profesor yang dilantik, Prof. Eka yang resmi menyandang gelar guru besar pada usia 35 tahun. Ini menjadikannya salah satu profesor termuda di Indonesia.

“Kita bersyukur memiliki guru besar termuda. Ini merupakan hal yang jarang terjadi dan mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari rekor MURI sekaligus capaian institusi,” ungkapnya.

Prof. Dadang berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas keilmuannya, sehingga akan lahir lebih banyak guru besar muda di masa mendatang.

“Dengan bertambahnya guru besar ini, kita berharap kinerja riset dan publikasi meningkat, hilirisasi semakin kuat, dan capaian IKU UPI juga ikut naik,” pungkas Prof. Dadang. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *