ZONALITERASI.ID – Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga, berharap hadirnya perda mampu meningkatkan dan berkembangnya sektor pariwisata di Jawa Barat. “Hadirnya Perda Kepariwisataan kita berharap pariwisata di Jabar semakin maju,” ucap Yod Mintaraga, di Bandung, akhir pekan kemarin.
Menurut Yod, di Jawa Barat sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang tidak terpengaruh oleh moneter, gelaran ekonomi, dan berbagai isu lainya yang sekiranya dapat merugikan negara.
“Pariwisata merupakan upaya untuk mengembangkan wilayah. Dengan daya tarik yang ada dipastikan orang akan berkunjung,” kata Yod.
“Kita tahu bahwa sebagian besar potensinya ada di daerah pedesaan, pegunungan, baik berupa budaya maupun keindahan alam,” imbuhnya.
Karenanya, menurut Yod, untuk mengoptimalkan pariwisata dan menjadi salah satu sumber PAD, perlunya peningkatan edukasi kepada masyarakat serta stakeholder lainnya yang mendukung sektor pariwisata.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi kepada semua komponen masyarakat,” pungkas Yod.
Terkait Perda Desa Wisata, Yod mengatakan pentingnya keberadaan desa tersebut. Perda tersebut, katanya, memberi ruang kepada masyarakat untuk lebih menggerakan roda ekonomi, khususnya terkait kepariwisataan.
Potensi-potensi desa terkait wisata, katanya, bisa dieksploitasi dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Apapun yang menjadi potensi desa bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Pasti setiap desa memiliki keunggulan, memiliki potensi, yang bisa dikembangkan menjadi wisata. Apakah itu alamnya, kebudayaannya, kebiasaan masyarakatnya, dan yang lainnya, kata Yod.
Dengan demikian, katanya, tidak perlu lagi orang desa berbondong-bondong datang ke kota untuk mencari kerja. “Malah sekarang dengan desa wisata masyarakat desa diundang datang ke desa, mereka dibuat penasaran apa yang dilihat karena potensi wisata desa,” kata Yod.
Hal ini, kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat ini, merupakan peluang dan potensi masyarakat desa untuk meningkatkan kehidupan ekonominya. “Banyak peluang bagi masyarakat desa dalam desa wisata ini, misalnya bagi yang suka kuliner bisa membuka rumah makan atau restoran karena orang yang datang tidak melulu bawa nasi timbel dari rumah. Pasti akan mencari tempat makan,” katanya lagi.
Tak hanya itu, lanjutnya, para pendatang pun perlu tempat menginap atau mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ini, katanya, menjadi peluang dengan membuat penginapan atau pusat oleh-oleh misalnya. ***





