Mendiktisaintek Ajak Guru Besar tak Sekadar Melakukan Kajian Ilmiah

MDGB PTNBH DT3 1
Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, saat menjadi pembicara kunci pada Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Rakernas MDGB PTNBH) 2026, di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat 19 Juni 2026. (Foto: Dok. Unpad).

ZONALITERASI.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, mengajak guru besar tidak hanya melakukan kajian ilmiah, tetapi juga memberikan solusi konkret yang dapat menjawab persoalan bangsa secara langsung.

“Saya mohon Bapak dan Ibu Guru Besar di PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum), saya tahu Bapak dan Ibu tidak mencari apa-apa lagi kecuali kontribusi untuk negara. Mari kita sama-sama bantu, ada temuan, terobosan, atau usulan, silakan (sampaikan),” ajak Prof. Brian, pada Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar PTNBH 2026, di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam paparannya sebagai pembicara kunci yang berjudul “Arah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Penguatan Kampus Sehat dan Berkelanjutan”, Prof. Brian menjelaskan, kunci kemajuan bangsa terletak pada kemandirian, inovasi teknologi, serta keberanian untuk melakukan perubahan budaya kerja dan tata kelola.

“Perguruan tinggi, khususnya Guru Besar, diharapkan menjadi lokomotif pemikiran dan inovasi dalam mendukung transformasi tersebut. Mari kita fokus memberikan effort maksimal. Kunci dari kemajuan satu negara adalah kemandirian,” kata Prof. Brian.

Dia menambahkan, perguruan tinggi berperan dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi global dan memperkuat kemandirian bangsa.

Banyak negara yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang tidak mudah, terutama yang berkaitan dengan ketergantungan terhadap mata uang asing, rantai pasok energi, serta fluktuasi ekonomi global.

“Banyak hal-hal ketergantungan dengan negara lain yang sangat besar. Ternyata membuat suatu negara menjadi tidak cukup siap ketika terjadi gejolak-gejolak tertentu. Ini terjadi hampir di semua negara,” ujarnya. (des)***