ZONALITERASI.ID – Pelan-pelan, jarak antara Bumi dan Bulan mulai menjauh seiring waktu.
Dari pengukuran yang dilakukan Misi Apollo pada 1960, diketahui bahwa jarak Bulan terus menjauhi Bumi. Kecepatannya cukup lambat sekitar 3,8 cm per tahun.
Sebagai informasi, Misi Apollo pada 1960 menempatkan reflektor di permukaan Bulan untuk mengetahui jaraknya dengan Bumi. Berdasarkan Lunar Laser Ranging Experiment, bisa diketahui perubahan jarak antara Bumi dan Bulan, dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk bisa dipantulkan kembali ke reflektor.
Melansir laman IFL Science, Selasa, 3 Februari 2026, menjauhnya Bulan dari Bumi memiliki dampak di masa depan dan dirasakan umat manusia.
Kini, Gerhana Matahari Total tidak bisa dilihat lagi dari Bumi karena ukuran Bulan yang makin mengecil. Sebab, ukuran Bulan hampir sama dengan Matahari.
“Jarak Bumi dengan Matahari mencapai 400 kali lebih jauh dari Bumi dan Bulan. Diameternya juga mencapai 400 kali lebih besar,” sebutnya.
Sementara ilmuwan NASA, Richard Vondrak pada 2017, menuturkan, ukuran Bulan jauh lebih besar pada 4 miliar tahun lalu. Saat belum menempati orbitnya sekarang, ukuran Bulan nampak tiga kali lebih besar daripada sekarang.
“Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” kata Richard. (gib)***





