ZONALITERASI.ID – Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-18, di Hotel Grand Asrilia, Bandung, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Musda ke-18 ini mengusung tema besar “Produktif, Inovatif, Kolaboratif”.
Ketua Panitia Musda ke-18, Taofiq Rahman, mengatakan, forum tertinggi organisasi tingkat daerah ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan nakhoda baru bagi kepengurusan periode mendatang.
“Tak hanya itu, Musda juga dirancang sebagai ajang strategis bagi para penerbit di Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan industri kreatif digital serta meningkatkan kualitas literasi nasional,” kata Taofiq, di Bandung, Rabu, 4 Februari 2025.
Taofik menyebutkan, untuk agenda Pemilihan Ketua Ikapi Jabar Periode 2026-2031 pada Musda ke-18 ini, akan tampil 3 calon ketua.
“Ketiga calon ketua itu yakni Abdul Rauf, M. Partoyo, dan Undang Hidayat,” ucap Taofik.
Visi dan Misi Calon Ketua Ikapi Jabar Periode 2026-2031
Taofik menuturkan, dalam ajang pemilihan Ketua Ikapi Jabar periode 2026-2031, ketiga calon ketua ini, menyampaikan visi dan misi pengembangan Ikapi Jabar 5 tahun kedepan. Berikut visi dan misi dari ketiga calon tersebut.
ABDUL RAUF
Visi
“Meningkatkan peran IKAPI dalam ekosistem perbukuan Jawa Barat.”
Misi
1. Membina anggota menjadi penerbit produktif dan inovatif.
2. Memperbanyak jaringan pemasaran buku.
3. Memperluas kolaborasi dengan semua pihak terkait perbukuan, pendidikan, dan peningkatan Indeks pembangunan masyarakat.
M. PARTOYO
Visi
“Menjadikan IKAPI Jawa Barat sebagai Wadah Kreasi Bersama yang Profesional, Inovatif, Kolaboratif, Kompetitif, dan Berbasis Literasi Digital dalam membangun ekosistem industri penerbitan buku yang sehat, berkualitas dan berkelanjutan.”
Misi
1. Dimensi Profesional
a. Menyelenggarakan pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan secara bertahap dan berkelanjutan, untuk meningkatkan kompetensi SDM penerbit secara optimal.
b. Menguatkan etika, standar mutu, dan tata kelola organisasi yang akuntabel.
2. Dimensi Inovatif
a. Mendorong pengembangan konten kreatif, dan adaptif sesuai kebutuhan zaman.
b. Mendorong teknologi digital dalam proses produksi, dan distribusi buku.
3. Dimensi Kolaboratif
a. Menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah (pusat dan daerah), dunia pendidikan, dunia usaha, dan komunitas literasi.
b. Menguatkan kebersamaan antar-pengurus Ikapi dan anggota/pengurus Ikapi Cabang di tingkat Kabupaten/Kota.
c. Menguatkan koordinasi secara berkesinambungan dengan pengurus Ikapi Pusat untuk menjaga peran dan fungsi organisasi tetap on the track.
4. Dimensi Kompetitif (Daya Saing)
Memperluas akses pasar lokal, nasional, bahkan internasional, baik digital maupun konvensional.
b. Mendukung promosi karya penerbit daerah secara berkelanjutan.
5. Dimensi Literasi Digital
a. Mendorong penerbitan berbasis digital dan multiplatform.
b. Mendorong minat baca dan budaya literasi melalui media digital dan multiplatform
Nilai Dasar Organisasi (Core Values)
Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, Ikapi Jawa Barat 2026-2031 berpegang pada empat (4) nilai-nilai dasar (core values) sebagai pedoman sikap dan tata kerja organisasi, sebagai berikut:
1. Integritas
a. Pedoman sikap: Menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas penerbitan dan organisasi.
b. Tata kerja organisasi:
(1) Menghindari praktik plagiarisme dan pelanggaran hak cipta;
(2) Menjalankan organisasi secara transparan dan akuntabel.
2. Profesionalis
A. Pedoman sikap: Mengutamakan kerja sama dan sinergi antar-anggota dan mitra organisasi.
b. Tata kerja organisasi:
(1) Meningkatkan kapasitas SDM penerbit secara bertahap dan berkelanjutan;
(2) Mengikuti standar nasional dan internasional penerbitan.
3. Sinergitas
A. Pedoman sikap: Bekerja secara kompeten, disiplin, dan berorientasi pada standar mutu.
b. Tata kerja organisasi: Membangun jejaring dengan dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan komunitas.
4. Inklusivitas
a. Pedoman sikap: Menjunjung tinggi kesetaraan, dan menghargai keberagaman latar belakang penerbit; pemerintah atau swasta, skala kecil atau besar, merupakan mitra organisasi tanpa diskriminasi.
b. Tata kerja organisasi:
(1) Memperlakukan setiap anggota memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama;
(2) terbuka terhadap ide, kritik, dan partisipasi dari berbagai pihak;
(3) Menyediakan forum dialog yang sehat dan konstruktif; dan
(4) Menguatkan solidaritas internal organisasi.
UNDANG HIDAYAT
Visi
“Menjadikan Ikapi Jawa Barat sebagai Rumah Bersama penerbit yang kolaboratif, profesional, dan berdaya saing, dalam rangka memperkuat industri perbukuan serta meningkatkan literasi masyarakat Jawa Barat di tingkat nasional dan global.”
Misi
1. Membangun ekosistem penerbitan Jawa Barat yang inklusif dan kolaboratif dengan memperkuat sinergi antara penerbit besar dan penerbit kecil sebagai mitra strategis dalam satu rantai nilai industri perbukuan, bukan sebagai pesaing.
2. Meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan tata kelola penerbit anggota melalui penguatan standar penerbitan, etika profesi, pengembangan kapasitas, serta adaptasi terhadap dinamika industri perbukuan.
3. Mengembangkan dan memperluas produksi serta distribusi konten lokal Jawa Barat yang berkualitas, berakar pada kearifan lokal, budaya, sejarah, dan pengetahuan daerah sebagai kontribusi bagi literasi nasional dan internasional.
4. Mendorong transformasi digital industri penerbitan daerah secara berkelanjutan untuk memperluas akses baca, memperkuat daya saing penerbit, dan menciptakan model bisnis penerbitan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
5. Memperkuat peran advokasi dan kemitraan strategis Ikapi Jawa Barat dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas literasi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan kebijakan dan ekosistem perbukuan yang sehat dan berkeadilan.
Nilai Dasar Organisasi
Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, Ikapi Jawa Barat 2025-2030 berpegang pada nilai-nilai dasar sebagai berikut.
1. Kolaborasi Setara. Setiap penerbit, tanpa memandang skala usaha, merupakan bagian penting dari ekosistem perbukuan dan berhak tumbuh bersama melalui kerja sama yang saling menguatkan.
2. Profesionalisme. Menjunjung tinggi kualitas, etika, dan tanggung jawab dalam seluruh praktik penerbitan dan pengelolaan organisasi.
3. Inklusivitas. Menjamin keterbukaan, kesetaraan akses, dan partisipasi seluruh anggota dalam kegiatan dan pengambilan keputusan organisasi.
4. Integritas. Mengedepankan kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap peran dan fungsi organisasi.
5. Keberlanjutan. Mendorong pertumbuhan industri perbukuan yang sehat, adaptif, dan berjangka panjang bagi generasi penerbit berikutnya.
(des)***





