Info Pendaftaran Beasiswa Patriot 2026, Dibuka di Kampus-kampus Ini

menteri transmigrasi iftitah sulaiman suryanagara usai rapat koordinasi perguruan tinggi mitra transmigrasi patriot 2026 di ho 1768783559366 169
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat menyampaikan informasi terkati Beasiswa Patriot, di sela rapat koordinasi dengan kampus mitra di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026, (Foto: Kementrans).

ZONALITERASI.ID – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan meluncurkan Beasiswa Patriot 2026 pada Februari mendatang.

Pembukaan perdana beasiswa ini menyasar 1.000-1.100 mahasiswa terpilih dari tujuh perguruan tinggi negeri (PTN).

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, tahapan seleksi penerima masih dibahas bersama pihak-pihak terkait. Berdasarkan pembahasan awal, salah satu syarat penerima beasiswa yaitu diterima di salah satu dari tujuh PTN mitra.

“Nanti akan kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, insentif, juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, kemudian juga nanti langkah-langkah selanjutnya, yang pasti akan kami launching (luncurkan) pada bulan depan, insyaallah,” kata Iftitah, dilansir dari Antara, Jumat, 23 Januari 2026.

Daftar Universitas Beasiswa Patriot

Iftitah menyebutkan, PTN mitra Beasiswa Patriot yaitu:

1. Universitas Indonesia (UI)
2. IPB University
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
4. Universitas Padjadjaran (Unpad)
5. Universitas Diponegoro (Undip)
6. Universitas Gadjah Mada (UGM)
7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)

“Kami ingin betul-betul mencetak SDM (sumber daya manusia) yang sangat unggul, bukan lagi SDM yang unggul, tetapi yang sangat unggul,” sambungnya.

Rencana Seleksi Beasiswa Patriot

Iftitah mengatakan, pada tahap tes pusat, peserta seleksi Beasiswa Patriot akan menengok aspek psikologi pendaftar serta peta jalan (roadmap) rencana jenjang karir (career path) saat studi hingga usai kuliah.

“Kami ingin mendapatkan sumber daya manusia yang betul-betul nanti bisa diharapkan ikut memberikan perubahan yang lebih baik (bagi masyarakat transmigran),” ujar Iftitah.

Belajar di Kampus Asal dan Daerah Transmigrasi

Sebelumnya, Iftitah mengatakan, mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani matrikulasi satu bulan di kampus utama, 18 bulan pendidikan di kawasan transmigrasi, dan 6 bulan-1 tahun pengabdian masyarakat.

Pernyataan tersebut dia sampaikan di depan sejumlah guru besar berbagai kampus dan Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 6 November 2025.

“Jadi kalau yang di ITB ya tetap di Bandung dulu 1 bulan, baru ke sini 18 bulan, baru nanti ada pengabdian masyarakatnya. Ada pengabdian masyarakatnya 6 bulan sampai 1 tahun. Sedang digodok, yang lebih tepat 6 bulan atau 1 tahun,” kata Iftitah, dikutip dari laman Kementrans.

Selain kuliah, peserta juga akan dibimbing pamong pembinaan ilmu, keterampilan, dan sikap. Pembinaan karakter, serta mental dan etos juang para mahasiswa akan dilakukan lewat kerja sama dengan TNI.

“Satu pamong untuk knowledge (pengetahuan). Pamong kedua untuk skill (kemampuan). Pamong ketiga untuk attitude (sikap). Dua pamong yang knowledge dan skill itu nanti dari kampus, kampus utama,” sebutnya.

“Kemudian untuk yang attitude nanti dari TNI. Jadi nanti supaya ter-connect juga. Jadi nanti punya kakak asuh. Jadi punya kakak asuh tentara nanti. Mayor-mayor kita akan bawa ke sini. Nanti untuk melatih karakter,” tambah Iftitah.

Kampus Patriot di Daerah

Iftitah memaparkan, Kementrans juga tengah membangun Kampus Patriot di tiga lokasi. Titik lokasi belajar penerima Beasiswa Patriot itu dipilih berdasarkan potensi ekonomi masing-masing daerah. Berikut ketiganya dan sejumlah potensinya:

1. Batam: potensi pengembangan industri, perikanan, dan kelautan,

2. Mamuju: potensi pengembangan industri logam tanah jarang (rare-earth metals) dan pertanian,

3. Merauke: potensi pengembangan pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Peluang Kerja Sama dengan Kampus Luar Negeri

Iftitah juga menyebutkan adanya peluang kerja sama dengan kampus luar negeri (Tsinghua University, China dan Technical University of Munich (TUM), Jerman) pada penerapan Beasiswa Patriot.

“Apakah ada kampus dari luar Indonesia yang tertarik untuk berkolaborasi, ada, saya sudah dapat, saya sudah ketemu juga,” tuturnya.

Penyesuaian regulasi untuk memungkinkan kerja sama double degree dengan kampus-kampus luar negeri tersebut dan penerimaan mahasiswa asing digodok di Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta, Minggu-Selasa, 18-20 Januari 2026. (haf)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *