Jembatan Sodongkopo, Ikon Wisata Baru Pangandaran

1082319362
Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang, menjadi ikon baru Kabupaten Pangandaran, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang, menjadi ikon wisata baru Kabupaten Pangandaran. Infrastruktur strategis ini menghubungkan Bandara Nusawiru dengan kawasan wisata Pantai Batu Karas. Secara administratif, jembatan ini menghubungkan Desa Kondangjajar dengan Desa Batukaras.

Dengan desain modern dan fungsi vital, jembatan yang membentang sepanjang 140 meter di atas Sungai Sodongkopo ini menjadi simbol kemajuan pembangunan daerah. Keberadaannya tidak hanya mempercepat akses transportasi, tetapi juga memperkuat posisi Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Lokasi Strategis

Jembatan Sodongkopo mulai uji coba fungsional sejak 1 Januari 2026.

Lokasinya sangat strategis karena menjadi jalur penghubung langsung antara Bandara Nusawiru dan kawasan wisata Pantai Batu Karas.

Sebelum jembatan ini dibangun, perjalanan dari bandara menuju kawasan pantai memerlukan waktu cukup lama karena harus memutar melalui jalur alternatif. Dengan hadirnya Jembatan Sodongkopo, akses antarlokasi menjadi jauh lebih efisien dan terintegrasi.

Fungsi Jembatan Sodongkopo

Jembatan Sodongkopo memiliki fungsi utama sebagai penghubung kawasan transportasi udara dengan destinasi wisata unggulan Pangandaran. Keberadaan jembatan ini memberikan dampak langsung terhadap efisiensi waktu tempuh.

Beberapa fungsi penting Jembatan Sodongkopo antara lain:

– Menghubungkan Bandara Nusawiru dengan Pantai Batu Karas secara langsung Mempercepat distribusi wisatawan menuju kawasan pesisir selatan,

– Mendukung konektivitas antarwilayah wisata seperti Batu Karas dan Madasari Memperlancar mobilitas masyarakat lokal dan aktivitas ekonomi,

– Waktu tempuh yang sebelumnya bisa mencapai puluhan menit kini dapat dipangkas menjadi sekitar sepuluh menit, menjadikan kawasan ini semakin kompetitif sebagai destinasi wisata.

Keunggulan Desain dan Konstruksi

Jembatan Sodongkopo dirancang dengan konsep modern yang mengedepankan kekuatan struktur sekaligus nilai estetika. Jembatan Sodongkopo menggunakan desain pelengkung baja atau steel arch bridge dengan dominasi warna putih.

Keunggulan desain jembatan ini antara lain:

– Struktur pelengkung baja tanpa pilar di tengah sungai,

– Memungkinkan perahu dan aktivitas air melintas tanpa hambatan,

– Panjang bentang sekitar 140 meter Tampilan ikonik yang menonjol sebagai landmark baru,

– Desain tersebut tidak hanya fungsional, tetapi juga memperkuat citra Pangandaran sebagai daerah wisata yang berkembang dengan sentuhan arsitektur modern.

Dampak terhadap Pariwisata Pangandaran

Keberadaan Jembatan Sodongkopo memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata. Akses yang lebih cepat dan nyaman mendorong wisatawan untuk menjelajahi lebih banyak destinasi dalam waktu singkat. Selain itu, jembatan ini berpotensi meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekitar melalui tumbuhnya usaha pariwisata, penginapan, kuliner, serta jasa transportasi lokal.

Masyarakat sekitar pun memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas ekonomi.

Dalam jangka panjang, Jembatan Sodongkopo diharapkan menjadi katalis pengembangan kawasan pesisir selatan Pangandaran secara berkelanjutan.

Kendati baru memasuki tahap uji coba fungsional sejak 1 Januari 2026 (belum diresmikan), Jembatan Sodongkopo sudah dapat dimanfaatkan secara terbatas dan menjadi perhatian masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke kawasan Batu Karas dan sekitarnya. (haf)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *