ZONALITERASI.ID – Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 Januari menjadi salah satu momentum penting untuk melakukan beragam kegiatan kesehatan. Menyambut HGN 2026, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar menggelar Gebyar Edukasi Gizi Serentak. Kegiatan yang melibatkan para pelajar ini dipusatkan di SMK Negeri 2 Banjar, Rabu, 21 Januari 2026.
“Kami merasa bangga dan terima kasih sekolah kami, SMKN 2 Banjar dipilih sebagai lokasi kegiatan gebyar HGN. Ini tentu menjadi sebuah kehormatan bagi civitas akademika SMKN 2 Banjar,” ucap Kepala SMKN 2 Banjar Dra. Hj. Nunung Erni Nuraeni, M.M.Pd., saat menyampaikan sambutan.
Selain Kepala SMKN 2 Banjar, sambutan juga disampaikan Ketua Persagi Kota Banjar, Galih Permana Putra, S.K.M. dan Kepala Dinkes Kota Banjar, H. Saifuddin, A.Ks., M.Kes..
Ketua Persagi dan Kepala Dinkes Kota Banjar mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan di kalangan pelajar. Sebagai generasi penerus bangsa, pelajar bukan saja diharapkan menjadi siswa yang pintar, tapi juga sehat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun di tingkat global.
“Mudahan-mudahan, kegiatan ini sebagai momentum memberikan dukungan dalam pencapaian masa depan kita, terutama anak-anak kita sebagai generasi penerus, untuk menuju Generasi Emas Tahun 2045 nanti,” kata Kepala Dinkes Kota Banjar, Saifuddin.
Peluncuran Buku
Dalam kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan yang dilaksanakan secara nasional ini, untuk di Kota Banjar ada nilai tambahnya yaitu dengan diluncurkannya buku “Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi”. Buku ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) bersama Dinkes Kota Banjar dan Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Kota Banjar.
Buku “Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi” ditulis oleh para siswa terpilih dari tingkat SLTA se-Kota Banjar. Ada 15 Penulis terpilih, yaitu Adinda Zahra Sofiantima, Azka Khoerunnisa, Doni Rayhan Nugraha, Ilham Sahrul, Isna Nabila, Luzaena Farah Jamila, Nara Agustin, Putri Nazjla Nataneila, Raisya Aulia Putri, Rara Sekar Andini, Rina Kustianingsih, Risma Wati, Rizki Zian Nurfalah, Siti Nurrohmah, dan Wiedya Natalya Az Zahra.
Adapun yang menjadi Tim Editor penulisan buku ini yaitu Ivan Mahendrawanto, Putri Sri Jayanti, dan Sofian Munawar.
“Buku ini menjadi bukti dan penanda penting bahwa kawula muda memiliki kepedulian soal isu kesehatan. Lebih dari itu mereka diharapkan dapat menjadi motor utama yang mendorong masyarakat menjadi literat, memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan sebagai salah satu modal dasar pembangunan,” ujar Sofian Munawar, editor buku yang juga merupakan Pendiri YRBK.
Rekor MURI
Pelaksanaan kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan ini juga tercatat sebagai kegiatan yang luar biasa sehingga menorehkan prestasi tersendiri dan dicatat oleh MURI sebagai salah satu kegiatan spektakuler.
Dalam laporannya, Ketua Umum DPP Persagi, Doddy Izwardy, menyebutkan, kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan ini diikuti oleh ribuan sekolah se-Indonesia secara serempak dan tercatat diikuti oleh lebih dari 55.000 siswa secara nasional dari Aceh hingga Papua.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi, lebih dari 55 ribu peserta didik, serta sekitar 18 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
“Tujuan kita hari ini, pertama insyaAlloh mendapatkan rekor MURI karena melakukan edukasi gizi serentak dan besar. Tapi yang paling penting, ini adalah bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi bangsa,” ungkapnya. (dac)***











