Kompak Bersih-bersih Sungai Cikapundung Kolot, Kepala Perwakilan Kemendukbangga Jabar: Peran Masyarakat Jadi Kunci Utama

WhatsApp Image 2026 02 04 at 20.27.27
ASN Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Kader Tim TPK, Penyuluh KB, dan Komunitas Gober bergotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di Sungai Cikapundung Kolot, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu, 4 Februari 2026, (Foto: Kemendukbangga Jabar).

ZONALITERASI.ID – Menjaga kelestarian sungai merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia yang asri, sehat, dan berkelanjutan. Sungai bukan hanya sumber air kehidupan, tetapi juga penopang ekosistem, ekonomi masyarakat, serta wajah lingkungan suatu daerah. Kondisi sungai yang bersih dan terawat mencerminkan kepedulian bersama terhadap alam dan masa depan generasi mendatang.

Kondisi itu tercermin dalam kegiatan “Bersih-bersih Sungai” yang dilakukan oleh ASN Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), Penyuluh KB, dan Komunitas Gober (Gorong Gorong Bersih) dengan bergotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di Sungai Cikapundung Kolot, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu, 4 Februari 2026.

Di sela kegiatan tersebut, Ketua Kampung KB Guyub, Wawan, mengungkapkan, saat ini, berbagai tantangan masih dihadapi dalam pengelolaan sungai, mulai dari pencemaran sampah rumah tangga, limbah industri, hingga alih fungsi lahan di sekitar daerah aliran sungai.

“Apabila tidak ditangani secara serius, kerusakan sungai dapat memicu bencana seperti banjir, krisis air bersih, dan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, upaya menjaga sungai harus menjadi agenda bersama lintas sektor,” ujarnya

Pada kesempatan sama, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Roswandi, menyampaikan pentingnya masyarakat menjaga dan mencintai sungai karena dampak yang ditimbulkan akan dirasakan oleh masyarakat.

”Peran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengelola limbah rumah tangga dengan baik, hingga terlibat dalam kegiatan gotong royong dan komunitas peduli lingkungan. Kesadaran kolektif ini akan membentuk budaya cinta sungai sebagai aset bersama,” ujarnya.

Dadi menambahkan, melalui Gerakan Indonesia ASRI pemerintah mendorong penataan lingkungan secara berkelanjutan. Mulai dari ruang publik hingga pemukiman warga.

“Penataan lingkungan bukan kebetulan, penataan lingkungan sebagai fondasi kualitas hidup, ketertiban sosial, dan daya saing bangsa. Gerakan ini bersifat nasional, lintas sektor, dan berbasis perubahan perilaku, bagian dari investasi masa depan Indonesia,” imbuh Dadi. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *