ZONALITERASI.ID – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan, peringatan Dies Natalis UPI ke-71 harus menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan jati diri UPI sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki integritas dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dalam 71 tahun ini tentu kita harus bisa melakukan refleksi, apa yang sudah terjadi dan apa yang akan kita lakukan. Tentu saja UPI ingin meneguhkan kembali jati diri kita sebagai universitas pendidikan. Walau demikian, kita juga tidak boleh melupakan disiplin ilmu yang lain di bidang pendidikan,” kata Prof. Didi, saat Dies Natalis ke-71 Tahun 2025, di kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung, Senin, 20 Oktober 2025.
Prof. Didi menuturkan, semua disiplin ilmu di UPI harus tetap unggul dan berkembang secara bersama. Untuk itu, UPI akan melakukan beberapa cara termasuk memperkuat tata kelola di perguruan tinggi.
“Jadi yang satu tidak boleh ditinggal, dua-duanya harus maju, dua-duanya harus unggul. Oleh karena itu sebisa mungkin kita memperkuat kembali tata kelola perguruan tinggi. Kemudian dari sisi strategi bagaimana kita bisa mencapai capaian yang lebih baik,” ucapnya.
“Kita akan memperbaiki sarana prasarana sehingga kita bisa menunjang terutama kegiatan tridharma, baik berupa pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat,” sambung Prof. Didi.
Selain itu, lanjut Prof. Didi, UPI juga sudah melakukan transformasi dalam bidang pengelolaan melalui pemanfaatan informasi teknologi.
“Kita juga sedang melakukan transformasi dalam bidang pengelolaan teknologi informasi. Saat ini UPI berlangganan Scopus AI dan melakukan penandatanganan ijazah elektronik yang sedang berlangsung. Jadi kita bisa melakukan proses penandatanganan dengan jumlah ribuan dalam waktu lebih singkat,” ujarnya.
Prof. Didi menyebutkan, saat ini capaian UPI di kancah internasional semakin melesat. Berdasarkan US World University Ranking by Subject 2025, UPI menempati peringkat 251-300 dunia dan 64 di Asia pada bidang pendidikan, sekaligus menjadi nomor satu di Indonesia. Di bidang Bahasa dan Sastra Inggris serta Linguistik, UPI juga menembus peringkat 300 besar dunia.
Selain peningkatan reputasi akademik, Prof. Didi menyoroti prestasi mahasiswa dan dosen yang terus meningkat, termasuk dua penghargaan tertinggi pada ajang International Mathematics and Science Creativity Competition (IMSC) 2025 di Korea Selatan.
Prof. Didi mengungkapkan, tantangan terbesar dunia pendidikan ke depan akan jauh lebih sulit, bukan hanya soal akademik tetapi juga kesehatan mental mahasiswa generasi Z yang menghadapi tekanan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.
“Tantangan pendidikan ke depan akan jauh lebih sulit, terutama bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas kesehatan mental mahasiswa khususnya generasi Z yang semakin kompleks dan tidak menentu,” ucapnya.
Pada kesempatan sama, Prof. Didi menegaskan pentingnya agenda keberlanjutan melalui gerakan Zero Waste, efisiensi energi, dan digitalisasi layanan kampus, yang membawa UPI ke posisi 500 besar dunia dalam UI GreenMetric.
“UPI harus menjadi rumah pendidikan berkarakter unggul, pusat riset berkelas dunia, dan motor penggerak perubahan masyarakat,” pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang juga hadir pada dies natalis ini mengajak UPI untuk terus menjadi pelopor pendidikan yang membumi dan berpijak pada nilai-nilai budaya Sunda, khususnya falsafah silih asah, silih asih, silih asuh. Menurutnya, UPI sebagai “miniatur negara” yang harus menyeimbangkan gerak struktural dengan perilaku kultural.
“UPI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter bangsa. Pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tapi juga pembentukan manusia yang berbudaya,” ujarnya.
Sementara Ustadz Dr. Adi Hidayat saat menyampaikan orasi ilmiah mengatakan, pendidikan harus mencerdaskan akal sekaligus menumbuhkan keimanan dan akhlak. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
“Kampus yang hanya mencerdaskan otak tanpa mendidik jiwa akan kehilangan makna pendidikannya,” ungkap dosen UPI ini. (des)***











