ZONALITERASI.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan apresiasi kepada sejumlah alumni yang berkiprah sebagai guru berprestasi.
Apresiasi yang diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 ini, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi nyata mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Penghargaan tersebut diberikan kepada alumni yang menunjukkan dedikasi, inovasi, serta dampak nyata dalam praktik pendidikan, mulai dari penguatan literasi, kepemimpinan sekolah, hingga pengembangan inovasi pembelajaran.
Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, mengatakan, alumni UPI memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, khususnya pendidikan, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan bangsa.
“UPI tidak hanya menghasilkan guru, tetapi juga terus menjaga hubungan dengan para alumni serta mendukung pengembangan kompetensi mereka di lapangan,” ujarnya, dalam keterangan yang disampaikan Minggu, 3 Mei 2026.
“Apresiasi ini diharapkan dapat mendorong para pendidik, khususnya alumni UPI, untuk terus berinovasi dan mengabdi secara berkelanjutan di tengah dinamika dunia Pendidikan,” tambahnya.
Kata Prof. Didi, kontribusi para alumni mencerminkan peran penting guru sebagai agen perubahan dalam sistem pendidikan. Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, para alumni juga berperan dalam penguatan literasi, inovasi, serta pengembangan kurikulum.
“UPI berkomitmen memperkuat jejaring alumni dan kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui program pengembangan kapasitas guru dan inovasi berbasis riset,” pungkasnya.
Salah satu penerima apresiasi, Lusijani, S.Pd., telah mengabdikan diri sebagai guru sejak 1997 dan aktif mengembangkan literasi melalui kegiatan menulis dan pembinaan komunitas. Dia telah menghasilkan lebih dari 30 buku serta terlibat dalam berbagai aktivitas literasi di masyarakat.
“Sebagai guru, kita harus terus belajar dan menebarkan manfaat. Apa yang kita lakukan hendaknya diniatkan sebagai bagian dari pengabdian,” ujarnya.
Lusijani juga menekankan pentingnya menulis sebagai warisan intelektual yang berdampak jangka panjang.
Apresiasi juga diberikan kepada Dr. Budi Suhardiman, M.Pd., kepala sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan literasi dan inovasi pendidikan serta meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional dan provinsi.
Menurut Budi, kualitas pendidik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan menyampaikan pembelajaran secara efektif.
“Kekuatan pendidik terletak pada metodologi dan substansi keilmuan yang seimbang,” ucapnya.
Sementara itu, Kusman Subarja, S.Pd., M.T., guru vokasi yang turut menerima apresiasi, berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi pembelajaran, kurikulum, serta pembinaan siswa berprestasi di bidang teknik.
“Apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mengangkat martabat guru,” kata Kusman. (des)***











