ZONALITERASI.ID – Pesantren Persis 282 Cileutik, Banjaran, Kabupaten Bandung menggelar acara launching buku karya para santri berjudul “Jika Dinding Bisa Bercerita” pada Ahad, 12 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PPI 282 Cileutik dan berlangsung dengan penuh antusias. Buku tersebut diterbitkan oleh Naraya Books dan menjadi salah satu capaian penting dalam pengembangan budaya literasi di lingkungan pesantren.
Buku ini merupakan hasil karya para santri MTs Persis 282 Cileutik dari Angkatan 3, 4, dan 5. Selain itu, santri MA Persis 282 Cileutik Angkatan 2 juga turut berkontribusi dengan menyumbangkan karya berupa cerpen dan puisi. Proses penerbitan buku ini terlaksana melalui kolaborasi dengan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang melaksanakan program Penguatan Pengalaman Profesional Kependidikan (P3K) di pesantren tersebut, yakni Faiz Nasyith, Tristan Davin, Jihan Aulia, Milda Fathur, dan Dzihni Azka.
Acara yang berlangsung pada pukul 13.15 hingga 14.40 WIB ini diselenggarakan oleh RG-UG MA dan MTs Tahun Jihad 2025–2026 serta 2026–2027. Kegiatan launching dihadiri oleh para santri, asatidz, serta sejumlah tamu undangan. Suasana acara berlangsung khidmat sekaligus meriah karena menjadi momen istimewa bagi para penulis muda yang untuk pertama kalinya memperkenalkan karya mereka secara resmi kepada publik.
Peluncuran buku ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi di Pesantren Persis 282 Cileutik sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi kepenulisan di kalangan santri. Melalui penerbitan buku ini, diharapkan para santri semakin percaya diri dan produktif dalam menghasilkan karya-karya yang bermanfaat.
Salah seorang asatidz dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan kepada para santri, “Bagi yang merasa bukan tipe pembicara, tidak banyak bersuara, tetapi pikiran dan hatinya terus berbisik, mungkin banyak hal yang terpendam dan sulit diungkapkan. Tulisan bisa menjadi cara untuk menyalurkannya. Bagi yang belum menulis pada kesempatan ini, silakan mulai mencoba menulis apa saja terlebih dahulu, dan jangan pernah berhenti berkarya.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian acara launching buku. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal bagi para penulis muda untuk terus berkarya serta menyebarkan inspirasi melalui tulisan mereka. (Dzihni Azka)***











