Tanda Cinta Menteri Agama di Madrasah Miftahul Ulum Megu Cilik Kabupaten Cirebon

Screenshot 184 1
Menag, Nasaruddin Umar, secara khusus memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Madrasah Miftahul Ulum Megu Cilik, Kabupaten Cirebon, dalam rangkaian Acara Silaturahmi Pengawas Madrasah Nasional yang berlangsung di Trans Ballroom, Kota Bandung, pada 9–10 Juni 2026. Menag juga membubuhkan tanda tangan di Pohon Cinta sebagai simbol dukungan terhadap penguatan nilai-nilai cinta dalam pendidikan, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Madrasah Miftahul Ulum Megu Cilik, Kabupaten Cirebon, menampilkan praktik baik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam rangkaian Acara Silaturahmi Pengawas Madrasah Nasional yang berlangsung di Trans Ballroom, Kota Bandung, pada 9–10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi inspirasi dan penguatan komitmen dalam mengembangkan pendidikan madrasah yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan karakter sebagai fondasi utama pembelajaran.

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. hadir dan membuka secara resmi kegiatan. Kemudian, Menag berkeliling ke pameran praktik baik KBC di madrasah.

Dalam kunjungannya tersebut, Menag secara khusus memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Madrasah Miftahul Ulum Megu Cilik serta membubuhkan tanda tangan di Pohon Cinta sebagai simbol dukungan terhadap penguatan nilai-nilai cinta dalam pendidikan.

cirebon
(Foto: Istimewa)

Implementasi KBC di madrasah ini merupakan hasil piloting yang dilaksanakan melalui kerja sama antara program INOVASI dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. Program ini bertujuan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang berakar pada nilai-nilai cinta dan penghargaan terhadap keberagaman.

Proses pelaksanaan KBC diawali dengan pelatihan Panca Cinta yang menekankan pada tahapan mengenal, memahami, dan memaknai nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Para pendidik dibekali kemampuan untuk menginternalisasi nilai tersebut dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta interaksi yang lebih bermakna antara guru dan peserta didik. Praktik baik ini diharapkan dapat direplikasi oleh madrasah lain sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan yang berkarakter dan berkeadaban. ***