Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi dan Kekerasan, Dorong Sekolah Internalisasikan Nilai Integritas

WhatsApp Image 2026 05 08 at 18.28.57
Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, (Foto: Kemendikdasmen).

ZONALITERASI.ID – Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menekankan pentingnya pencegahan kekerasan yang harus dimulai dari kesadaran warga sekolah sedini mungkin.

“Pencegahan harus dimulai dari penguatan pemahaman dan kesadaran bersama. Sekolah perlu menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak sekaligus memiliki tata kelola yang bersih dan akuntabel,” ungkap Faisal, saat berbicara dalam seminar bertajuk “Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Penanganan Kekerasan dalam Menciptakan Sekolah Aman dan Nyaman”, di Garut, dilansir dari keterangan yang disampaikan Kemendikdasmen, Selasa, 12 Mei 2026.

Faisal berharap, para kepala sekolah dan tenaga pendidik semakin memahami pentingnya tata kelola pendidikan yang bersih dari praktik korupsi serta mampu menghadirkan mekanisme penanganan kekerasan yang cepat, responsif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

“Seminar ini menjadi salah satu langkah preventif untuk meminimalisir potensi penyimpangan dalam pengelolaan pendidikan sekaligus memperkuat implementasi regulasi penanganan kekerasan di sekolah,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan, kualitas pendidikan sejatinya lahir dari lingkungan yang sehat secara moral dan sosial.

“Sekolah yang baik bukan hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Sementara anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga legislatif dalam memastikan kebijakan perlindungan anak dan tata kelola pendidikan berjalan efektif di lapangan.

“Transparansi anggaran serta komitmen terhadap perlindungan anak menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, seminar “Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Penanganan Kekerasan dalam Menciptakan Sekolah Aman dan Nyaman” yang digelar di Garut, merupakan upaya Kemendikdasmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai integritas, transparansi, dan perlindungan terhadap peserta didik.

Penguatan budaya integritas dan perlindungan anak di lingkungan sekolah merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas dan berkeadilan.

Dalam seminar, hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi Perlindungan Anak, Aris Adi Leksono, serta Inspektur III Itjen Kemendikdasmen, Masrul Latif.

Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Garut mengikuti kegiatan ini secara aktif. Mereka terdiri atas perwakilan Kober/PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. (des)***