ZONALITERASI.ID – Sepuluh universitas dari Indonesia dan China menjalin kerja sama dengan menawarkan berbagai program unggulan serta beasiswa.
Kerja sama ini bertujuan untuk menarik lebih banyak mahasiswa internasional dari kedua negara dan semakin memperkuat kolaborasi akademik, riset, serta mobilitas mahasiswa dan dosen di tengah semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan China.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi bagi perguruan tinggi Indonesia dan China, tetapi juga memperkuat kerja sama akademik antara kedua negara,” kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Lestari Puspitaningsih dalam seminar “Internasionalisasi Pendidikan Tinggi RI-RRT”, yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 27 Juni 2026, dikutip dari Antara.
Menurut Lestari, kegiatan tersebut juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia dan China untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui berbagai program studi, pertukaran mahasiswa, serta beasiswa yang tersedia.
Lima perguruan tinggi dari China yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Hebei International Studies University (HISU), Xiamen University, Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Northeast Normal University (NENU), dan Hefei University of Technology (HFUT).
Sementara itu, Indonesia diwakili oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Andalas (UNAND), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Lestari menjelaskan, saat ini telah berdiri Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) China, organisasi profesi resmi yang menghimpun para pengajar dan pegiat Bahasa Indonesia bagi penutur asing.
APPBIPA China yang dibentuk pada 12 Juni 2026 menjadi cabang ketujuh organisasi tersebut.
“Kami berusaha merangkul perkumpulan profesi pendidik Bahasa Mandarin di Indonesia serta beberapa universitas Indonesia dan China untuk kegiatan ini mengingat pentingnya memperluas kolaborasi akademik sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan China melalui pendidikan, penelitian, serta mobilitas mahasiswa dan dosen,” ujar Lestari.
Ketua APPBIPA China, Hendy Yuniarto, mengatakan, minat masyarakat China untuk mempelajari Bahasa Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya hubungan ekonomi, pendidikan, dan budaya antara kedua negara.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Perkumpulan Profesi Pendidik Bahasa Mandarin Indonesia (PPBMI), Fitriya. Menurutnya, perkembangan pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan semakin eratnya hubungan masyarakat Indonesia dan China.
Dalam kesempatan yang sama, Atase Pendidikan China untuk Indonesia, Chen Wu, menegaskan, kerja sama pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan kedua negara pada masa depan.
“Peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen akan mendorong lahirnya kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” kata Chen Wu.
Forum tersebut juga dimanfaatkan setiap perguruan tinggi untuk memperkenalkan program internasional yang dimiliki.
Perwakilan Xiamen University di Provinsi Fujian, Surinah, mengatakan, universitasnya memiliki empat kampus, tiga di China dan satu kampus internasional di Malaysia. Xiamen University dikenal memiliki reputasi akademik yang kuat di bidang riset dan inovasi serta jaringan kerja sama internasional yang luas dengan berbagai universitas di dunia.
Sementara itu, perwakilan Hefei University of Technology (HFUT), Deasy Natalia, menjelaskan, universitas yang berdiri pada 1945 tersebut menjadikan ilmu teknik dan ilmu manajemen sebagai bidang unggulan yang didukung riset modern serta kolaborasi dengan dunia industri.
Perwakilan Northeast Normal University (NENU), Cui Yan, mengatakan, kampus yang berada di Kota Changchun, Provinsi Jilin itu, menawarkan biaya hidup dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau dengan keunggulan pada bidang pendidikan dan pelatihan guru, ilmu sosial, serta humaniora.
Dari Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkenalkan kekuatan akademik di bidang pedagogi dan pendidikan guru, sedangkan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menampilkan berbagai program pengembangan tenaga pendidik beserta jaringan kerja sama internasional.
Universitas Andalas mempromosikan keunggulan riset serta kekayaan budaya Minangkabau. Sementara Universitas Ahmad Dahlan mempresentasikan berbagai program berbasis teknologi dan inovasi, termasuk program outbound mobility dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional yang terbuka bagi mahasiswa asing.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 304 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dosen, perwakilan divisi kerja sama internasional perguruan tinggi, serta pemerhati pendidikan tinggi. ***











