Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Ungkap Alasan 60 Ribu Camaba PTN tak Daftar Ulang

ketua tim penanggung jawab snpmb eduart wolok usai konferensi pers pengumuman hasil uybk snbt 2026 di graha kemdiktisaintek jl 1779699885034 169
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, (Foto: detikcom).

ZONALITERASI.ID – Sebanyak 60 ribu calon mahasiswa baru (camaba) di perguruan tinggi negeri (PTN) tak melakukan daftar ulang.

Lalu, apa pemicu terjadinya kondisi itu?

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan, 3 alasan munculnya kondisi itu.

1. Uang Kuliah Tunggal (UKT)

“Memang ada beberapa yang terkait dengan UKT terutama yang mendapatkan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) ya,” kata Eduart, di sela acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Pada KSTI hari pertama, Jumat, 26 Juni 2026, Eduart menuturkan bahwa PTN sebenarnya telah berupaya memfasilitasi mahasiswa tersebut yang keberatan soal UKT. Misalnya dengan memberikan kelompok UKT yang lebih rendah sampai membantu mencarikan beasiswa.

“Tapi kalau pun memang penetapannya biasanya misalnya ada keberatan, kita masih membuka ruang untuk mahasiswa misalnya meminta keringanan dan sebagainya. Iya, kasih kesempatan,” kata Eduart.

2. Diterima di Luar Pulau, Biaya Mobilitas Tinggi

Eduart menambahkan, tantangan menjadi lebih besar bagi calon mahasiswa yang diterima di kampus lintas pulau. Misalnya, peserta asal Sumatera yang lolos di PTN Gorontalo tetapi tidak memenuhi syarat KIP Kuliah, sehingga harus menanggung biaya hidup dan perpindahan yang lebih besar.

“Tetapi memang agak lebih sulit kondisinya ketika dia lintas pulau. Jadi misalnya ada anak Sumatera lantas lulus di Gorontalo. Daftar lewat KIP-K tapi dia tidak eligible (jadi penerima KIP-K). Tentu agak lebih berat dia ke sana dibanding apabila dia lulus di Sumatera itu sendiri gitu. Sehingga kadang lulus, kursinya nggak diambil akhirnya dia memilih misalnya untuk lewat perguruan tinggi yang ada di Pulau Sumatera,” katanya.

3. Kejar Prodi Impian via Jalur Mandiri

Eduart juga mengatakan banyak peserta yang memilih tidak mengambil kursi PTN karena diterima di pilihan kedua, ketiga, atau keempat melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Di saat bersamaan, mereka tetap mengejar program studi pilihan pertama melalui jalur mandiri.

“Misalnya dia lulus di SNBT pilihan kedua, ketiga, atau keempat. Tapi dia tetap menginginkan pilihan satu dan akhirnya mengambil jalur mandiri,” kata Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini.

Sebelumnya Eduart menjelaskan 60 ribuan camaba PTN yang tidak daftar ulang ini disebutnya sebagai total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN. Baik itu jalur penerimaan nasional yakni SNBP dan SNBT, maupun mandiri yang digelar PTN.

“Jadi perlu diluruskan pertama, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Tapi, itu sebenarnya total, total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur,” ungkapnya, usai acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. ***

Sumber: detikEdu