Menag Resmikan Gedung Riset dan Peradaban Islam UIN Bandung, Jadi Pusat Penelitian Khazanah Keislaman dan Kebudayaan Lokal

IMG 20260610 WA0013 1
Menag, Nasaruddin Umar, meresmikan Gedung Riset dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, (Foto: UIN Bandung).

ZONALITERASI.ID – Menteri Agama (Menag), Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.,, meresmikan Gedung Riset dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Acara ini jadi momen penguatan komitmen UIN Bandung dalam mengembangkan budaya riset, inovasi, dan pembentukan karakter mahasiswa di era transformasi pendidikan tinggi.

Pada kesempatan itu Menag menyampaikan apresiasi berbagai capaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam pengembangan kampus hijau dan inovasi penelitian. Dia berharap kampus dapat terus meningkatkan prestasi serta memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“UIN Sunan Gunung Djati merupakan salah satu universitas penghijauan paling bagus nomor satu, dan tetap mempertahankan kredibilitasnya, serta menjadi kampus yang istiqamah,” ujar Menag, saat menyampaikan sambutan Peresmian Gedung Riset dan Peradaban Islam, di Gedung PPG UIN Bandung Kampus II, Selasa, 9 Juni 2026.

Menag menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi harus memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman.

“Tidak cukup hanya mencetak orang yang benar dan baik. Perguruan tinggi juga harus mencetak generasi yang mampu memahami perkembangan zaman, memiliki kemampuan bahasa, keterampilan seni, olahraga, serta karakter yang kuat,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan hanya peningkatan prestasi akademik, melainkan bagaimana membangun karakter mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, nilai-nilai seperti ikhlas, sabar, tawadhu, dan istiqamah harus terus ditanamkan dalam kehidupan kampus.

Menag mengajak mahasiswa UIN Bandung untuk menanamkan prinsip ISTIQAMAH (Ikhlas, Sabar, Tawadu, Ikhsan, Qonaah, Amanah, Muruah, Akhlak, dan Hilmi) sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi masa depan.

“Kecerdasan akademik harus diimbangi dengan nilai-nilai moral dan spiritual agar mahasiswa mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital yang semakin kompleks,” ucapnya.

Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., mengungkapkan, kehadiran Gedung Riset dan Peradaban Islam diharapkan menjadi pusat pengembangan penelitian dan pelestarian khazanah keislaman serta kebudayaan lokal.

“Kami terus berupaya mendukung program prioritas Kementerian Agama, termasuk penguatan ekoteologi dan pengembangan kampus hijau. Kehadiran Gedung Riset dan Peradaban Islam ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian serta pengembangan peradaban Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rosihon menjelaskan, gedung riset ini akan menjadi ruang kolaborasi akademik yang mendukung berbagai kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa.

“Gedung ini diharapkan mampu menjadi pusat dokumentasi dan pengembangan nilai-nilai Islam serta kearifan lokal Sunda yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” jelasnya.

Peresmian Gedung Riset dan Peradaban Islam UIN Bandung ini juga dihadiri Kepala Biro SDM Kemenag RI, Dr. Muhammad Zain, M.Ag.; Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan, dan Kerjasama Luar Negeri Gugun Gumilar, M.A., Ph.D.; Ketua Senat Prof. Dr. Mahmud, M.Si.; para pimpinan universitas; para Dekan dan Direktur Pascasarjana; Kepala Kantor Wilayah, Kota, dan Kabupaten Kemenag; dosen; tenaga kependidikan; serta mahasiswa. (des)***