ZONALITERASI.ID – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Bandung Barat pada 19 Juni 2026, Dadang A. Sapardan, menerbitkan buku berjudul “Menjadi Guru Adaptif”.
Buku yang memuat 35 tulisan opini ini, lahir dari pengalaman panjang Dadang berinteraksi dengan dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintahan.
“Buku ‘Menjadi Guru Adaptif’ ini saya persembahkan sebagai kado untuk Bandung Barat yang merayakan ulang tahun ke-19,” kata Dadang, di Cihampelas, Bandung Barat, Jumat, 19 Juni 2026.
Tulisan-tulisan yang disusun sepanjang tahun 2025 hingga 2026 itu merekam berbagai dinamika kebijakan pendidikan sekaligus menawarkan refleksi dan solusi bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Melalui gagasan-gagasan yang tertuang dalam buku ini, Dadang mengajak para pendidik, pemangku kebijakan, dan masyarakat untuk terus beradaptasi menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis.
Selain itu, buku ini juga menyertakan pandangan dari para akademisi, yaitu Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd.; Prof. Dr. Zakarias S. Soeteja, M.Sn.; dan Dr. Nita Isaeni, M.Pd..
Cerminan Kecintaan Putra Daerah
Tak sekadar buku, “Menjadi Guru Adaptif” merupakan cerminan kecintaan seorang putra daerah terhadap kampung halamannya. Sebagai sosok yang lahir dan tumbuh di Bandung Barat, Dadang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
“Ini menjadi refleksi kecintaan pada tanah kelahiran saya,” ungkapnya.
Dadang menuntaskan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 30 tahun 5 bulan. Terakhir, dia menjabat Camat Cikalongwetan. Namun semangatnya untuk menginspirasi masyarakat tetap menyala melalui dunia literasi.
Selama berkarier, Dadang dikenal sebagai sosok produktif yang konsisten menulis dan menyebarkan gagasan. Hingga kini, dia telah menghasilkan 10 buku karya pribadi dan dua buku kolaborasi. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari pendidikan, kemasyarakatan, hingga pemerintahan.
“Bagi saya, menulis bukan hanya aktivitas intelektual, melainkan bentuk tanggung jawab untuk mendokumentasikan perjalanan pembangunan sekaligus mewariskan pemikiran bagi generasi berikutnya,” ucapnya.
Dadang berharap, karya-karyanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui buku “Menjadi Guru Adaptif”, dia juga menitipkan harapan besar agar Kabupaten Bandung Barat terus berkembang menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh masyarakat.
“Buku ini merupakan kado kecil untuk Bandung Barat dengan harapan berbagai pemangku kepentingan dapat terus memberi pelayanan optimal kepada seluruh warga,” pungkasnya. (des)**











