ZONALITERASI.ID – Presiden Prabowo Subianto mengadakan forum pertemuan tertutup dengan ribuan dosen serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Agenda tersebut berlangsung saat Presiden Prabowo membuka Sarasehan Kebangsaan 2026, di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026.
Setelah berbicara sekitar 25 menit di hadapan peserta sarasehan, Prabowo meminta awak media meninggalkan ruang pertemuan. Dia menjelaskan, sesi berikutnya akan berlangsung secara tertutup agar dapat berdiskusi lebih mendalam dengan para akademisi yang hadir.
“Wartawan dengan segala hormat. Para media saya hari ini mau bicara dari hati ke hati kepada guru-guru besar. Jadi dengan hormat saya mengundang para wartawan untuk minum kopi di luar. Saya yakin Pak Brian sudah menyiapkan kopi yang bagus,” katanya.
Dalam forum tertutup tersebut, Prabowo berencana memaparkan berbagai data dan fakta yang dimilikinya untuk dikaji secara ilmiah oleh para guru besar, rektor, dan pakar. Ia mempersilakan para akademisi menelaah informasi tersebut secara kritis dan menarik kesimpulan berdasarkan pendekatan ilmiah.
“Saya mau beri data fakta apa yang saya punya. Sebagai ilmuwan, monggo kaji, teliti, pelajari. Kalau data-data, fakta fakta itu secara scientific saudara sudah nilai, saudara anggap relevan, silakan anda ambil kesimpulan,” katanya.
Sementara itu, sebelum mengadakan pertemuan tertutup, di hadapan para rektor dan dosen, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya masih menjadi tantangan. Salah satunya adalah belum terwujudnya industri otomotif nasional yang mampu memproduksi kendaraan secara mandiri.
Dia mempertanyakan mengapa Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah dan pasar yang besar masih belum mampu menghasilkan mobil nasional. Menurutnya, jutaan sepeda motor terjual setiap tahun, tetapi industri kendaraan nasional belum berkembang optimal.
“Saya berdiri di depan saudara-saudara kalian yang Ph.D., kenapa kita tak punya… Kita itu beli motor 10 juta motor setiap tahun, tapi kenapa tak ada pabrik buatan Indonesia?” sebut Prabowo. “Kenapa kita selama 81 tahun tak bisa bikin mobil buatan sendiri?” lanjutnya.
Selain sektor otomotif, Prabowo juga menyinggung ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum. Dia mempertanyakan mengapa Indonesia belum mampu mengembangkan benih dan teknologi yang memungkinkan komoditas tersebut dibudidayakan secara mandiri. Produktivitas kelapa sawit yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara lain juga menjadi perhatian dalam pidatonya.
Bahas Tujuh Bidang Penting
Sarasehan Kebangsaan 2026 digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Jumat-Minggu, 26 -28 Juni 2026. Sarasehan diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi, 6 ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen ilmuwan, serta para peneliti.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti 300 peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kemendiktisaintek ikut serta dalam gelaran ini.
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, menyebutkan, Sarasehan Kebangsaan 2026 mengangkat tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian dari program Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026.
“Dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa,” tutur Brian, dalam laporannya pada acara Sarasehan Kebangsaan di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Hasil Sarasehan Kebangsaan akan merumuskan peran dan kontribusi perguruan tinggi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Sarasehan Kebangsaan 2026 membahas tujuh bidang fokus untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia. Di setiap bidang, akan ada berbagai isu yang dibahas, yakni:
1. Ekonomi dan keuangan
Bidang ini akan membahas soal penguatan daya beli masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kebijakan fiskal.
2. Pertanian
Isu terkait upaya mewujudkan swasembada pangan, memperkuat distribusi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian akan dibahas dalam bidang ini.
3. Energi
Bidang energi akan mendiskusikan soal peningkatan pasokan serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
4. Hilirisasi dan industri
Bidang hilirisasi dan industri diarahkan pada penciptaan nilai tambah nasional, penguatan rantai pasok, dan pengembangan industri yang berkelanjutan.
5. Kelautan dan perikanan
Bidang kelautan dan perikanan akan membahas pengembangan ekonomi biru, kesejahteraan masyarakat pesisir, serta ketahanan pangan laut melalui perspektif kewilayahan dan pengelolaan sumber daya alam.
6. Ketahanan pangan
Bidang ketahanan pangan juga akan dikaitkan dengan berbagai isu di bidang pertanian, yakni swasembada pangan, memperkuat distribusi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
7. Pendidikan
Terakhir, bidang pendidikan akan membahas soal penguatan akses, mutu, pemerataan, dan relevansi pendidikan sebagai fondasi penting dalam mendukung kebutuhan pembangunan nasional.
Selain itu, penguatan kemandirian ekonomi juga dibahas melalui bidang energi, hilirisasi, dan industri.
(des)***











