UNMA Gelar Retreat, Kepemimpinan Ideal adalah Kombinasi Kecerdasan Emosional dan Intelektual

WhatsApp Image 2026 06 28 at 06.34.21
Universitas Majalengka (UNMA) menyelenggarakan reatreat pada 27 sampai 28 Juni 2026, (Foto: Herik Diana).

ZONALITERASI.ID – Universitas Majalengka (UNMA) menyelenggarakan retreat. Retreat ini menegaskan bahwa transformasi organisasi tidak cukup hanya bertumpu pada perubahan struktur, program, ataupun target kinerja. Transformasi yang kuat harus dimulai dari kesadaran nilai, selarasan kepemimpinan, disiplin manajerial, serta komitmen seluruh unsur organisasi.

Oleh karenanya, UNMAWAY 2026-2030 diharapkan menjadi jalan bersama dalam membangun cara berpikir, cara memimpin, cara bekerja, dan cara melayani yang lebih terarah, berintegritas, dan berkelanjutan.

Kegiatan retreat ini dilaksanakan pada 27 sampai 28 Juni 2026. Peserta kegiatan berjumlah 345 orang, terdiri dari 174 orang dosen, 93 orang tenaga kependidikan, 75 orang mahasiswa, dan 3 orang tim medis.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Setia Hadi, mengatakan, komposisi peserta ini menunjukkan bahwa retreat bukan hanya menjadi agenda pimpinan, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh elemen UNMA, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Satu kesatuan ekosistem yang menentukan kualitas karakter dan masa depan Universitas Majalengka.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti beberapa sesi yang telah dirancang secara struktural. Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah sesi dari tim ESQ yang diharapkan dapat memberikan penguatan nilai kesadaran diri, spiritualitas kerja, kepemimpinan berbasis karakter, serta energi positif bagi seluruh peserta.

“Di samping itu, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk membangun refleksi kebersamaan, komitmen, dan kesiapan implementasi pasca-retreat, ” ucapnya.

Ketua YPPM UNMA, Komjen Pol. Purn. H. Nanan Soekarna, mengatakan, kegiatan ini hanya akan bermakna apabila tidak berhenti pada seremoni atau suasana kebersamaan semata. Oleh karena itu, panitia bersama pimpinan YPPM dan Universitas Majalengka merumuskan 6 output utama yang diharapkan hadir dari kegiatan retreat ini.

Adapun 6 output utama tersebut yaitu:

Buku Renungan Jiwa
Sebagai bahan refleksi nilai kesadaran diri dan penguatan karakter insan YPPM UNMA.

Ikrar YPPM UNMA
Sebagai pernyataan komitmen moral seluruh peserta mendukung transformasi UNMA melalui sikap, perilaku integritas, dan kontribusi nyata.

Wall of Commitment
Sebagai simbol kebersamaan dan jejak komitmen seluruh insan UNMA bahwa perubahan bukan hanya menjadi tugas pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Code of Conduct
Sebagai pedoman perilaku kelembagaan yang menjadi rujukan bersama dalam membangun budaya kerja yang tertib, profesional, etis, dan bermartabat.

Do and Don’ts serta Komisi Etik Guardian of Values
Sebagai instrumen penguatan budaya organisasi agar nilai yang disepakati tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi dijaga, dikawal, dan diterapkan dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Tindak Lanjut Pasca-Retreat
Rektorat dan jajaran menerjemahkan UNMAWAY sebagai sistem dan kinerja melalui Balanced Scorecard serta 100 Hari Action Plan.

Dengan demikian, nilai dan komitmen yang dibangun dalam retreat ini akan diterjemahkan ke dalam indikator program prioritas, pembagian tanggung jawab, target capaian, serta langkah kerja yang terukur.

Retreat ini menjadi titik awal penguatan budaya baru di lingkungan Universitas Majalengka. Semoga melalui kegiatan ini, kita tidak hanya pulang membawa kenangan, tetapi membawa kesadaran baru, komitmen baru, dan energi baru untuk bekerja lebih baik, memimpin lebih bijak, melayani lebih tulus, serta berkontribusi lebih nyata bagi UNMA.

“Diharapkan UNMAWAY 2026-2030 benar-benar menjadi jalan bersama untuk mewujudkan Universitas Majalengka yang solid dalam sinergi, bernas dalam gagasan, berkualitas dalam kinerja, serta bermartabat dalam pengabdian,” ungkap Nanan. (rik)***