Bekerja sambil Kuliah, 77 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Jadi Sarjana

ut wisuda 77 pekerja migran indonesia di taiwan SZW2BNALFc
Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Institusi dan Kerjasama UT, Rahmat Budiman. Sebanyak 77 pekerja migran Indonesia di Taiwan berhasil meraih gelar Sarjana di Universitas Terbuka, (Foto: Istimewa).

ZONALITERASI.ID – Sebanyak 77 pekerja migran Indonesia di Taiwan berhasil meraih gelar Sarjana di Universitas Terbuka (UT). Ke-77 pekerja migran Indonesia ini dilantik sebagai Sarjana pada prosesi wisuda yang digelar secara hibrida, Sabtu (18/12/2021).

Diketahui, mahasiswa UT di luar negeri mencapai 2.245 orang. Sebagian besar pekerja migran Indonesia, yaitu sebanyak 213 orang berada di Taiwan dan 202 orang berada di Korea Selatan.

Koordinator Badan Pelaksana UT Taiwan, Fitriani Jati, mengatakan, pihaknya mewakili teman-teman badan pelaksana UT Taiwan sangat berbangga hati karena dapat menyaksikan wisudawan mendapat gelar sarjana.

“Saya sangat bangga atas kerja keras pekerja migran Taiwan yang bisa menyelesaikan kuliah di sela-sela mereka bekerja. Ini prestasi luar biasa,” kata Fitriani.

Sementara Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Institusi dan Kerjasama UT, Rahmat Budiman, menuturkan, UT dan Badan Perlindungan Pekerja Indonesia, telah berikhtiar meningkatkan kompetensi pekerja migran Indonesia yang mau berangkat ataupun yang sudah berada di negara penempatan dengan memberikan akses pendidikan yang tinggi berkualitas tanpa batas.

“UT sebagai institusi pendidikan jarak jauh merasa bertanggung jawab untuk membantu meningkatkan kompetensi para PMI. Caranya dengan meningkatkan akses seluas-luasnya bagi PMI untuk mengikuti program bekerja sambil kuliah,” ujarnya.

Kepala Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Budi Santoso, mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan merasa bangga karena KDEI telah beberapa kali memfasilitasi upacara penyerahan ijazah serta menyaksikan prosesi kelulusan mahasiswa UT Taiwan.

“Tujuannya adalah agar seluruh warga Indonesia yang ada di Taiwan mendapatkan akses pendidikan seluas mungkin, secara mudah, terjangkau, dan akan menghasilkan outcome yang maksimal dalam rangka mendukung terwujudnya sumber daya manusia (SDM) unggul dan untuk Indonesia maju,” kata Budi. ***

Sumber: Antaranews.com