Di Pangandaran Pendidikan SD, SMP, SMA Gratis; Tahun 2019 IPM Mencapai 68,21

1102pangandaran 1 e1612962208669
(Foto: Humas Pemkab Pangandaran)

MENDENGAR nama Pangandaran bagi warga Jawa Barat sudah tak asing lagi. Pangandaran merupakan tujuan wisata nasional dan mancanegara.

Di Kabupaten Pangandaran ini terdapat berbagai tempat wisata unggulan yang menjadi daya tarik wisatawan seperti Pantai Pangandaran, Green Canyon, Pantai Batukaras, Pantai Karapyak, Pantai Batu Hiu, Pantai Madasari, Pantai Pasir Putih, Citumang, Gua Parat, Gua Rengganis, dan lain-lain. Pokoknya surga wisatanya Jawa Barat.

Walaupun sebagai daerah pariwisata, Kabupaten ini tetap tak melupakan untuk membangun pada bidang lainya, Daerah Otonom Termuda di Jawa Barat ini terus berbenah. Berbagai program digulirkan, sampai pendidikan dan kesehatan di Kabupaten ini digratiskan, bidang infrastruktur dan penataan pariwisata masuk menjadi program utama.

Salah satu fokus utama pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam upaya membangunan daerah di antaranya pendidikan.

Di sektor pendidikan Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah memberikan perhatian khusus. Dalam usaha pengembangan sumber daya manusia yang handal, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menitikberatkan pada bidang pendidikan, di antaranya melalui program Pangandaran Hebat, program Pendidikan Karakter, penghargaan dan perlindungan terhadap profesi pendidik, dan dukungan bagi perguruan tinggi

Program Pangandaran Hebat

Program Pangandaran Hebat merupakan suatu terobosan dalam bidang pendidikan, di mana Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggratiskan biaya sekolah mulai dari SD/MI, SMP/ MTs, SMA/MA/SMK negeri dan swasta

Sedangkan untuk jenjang pendidikan tinggi Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengucurkan dana untuk beasiswa mahasiswa di Unpad Pangandaran dan STITNU Al Farabi Jamanis. Anak Pangandaran yang bersekolah di dua kampus tersebut, untuk biaya kuliah, setengahnya dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Semua ini dalam rangka meningkatkan minat anak untuk terus bersekolah.

Pendidikan Karakter

Program pendidikan karakter muncul karena Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata. Sebagai daerah terbuka, dengan jumlah penduduk 400 ribu lebih, sedangkan yang datang ke Pangandaran untuk berwisata mencapai jutaan, tentu saja ini akan berpengaruh kepada aspek-aspek sosial, kebudayaan, dan karakter masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Berkaitan dengan hal tersebut maka Pemerintah Kabupaten Pangandaran membuat program Pendidikan Karakter. Di dalamnya ada program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pangandaran Mengaji, Pramuka, dan Kesenian

Dukungan kepada Perguruan Tinggi

Dalam usaha meningkatkan minat bagi anak-anak Pangandaran melanjutkan ke jenjang perkuliahan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran mendirikan PSDKU Unpad Pangandaran.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran bagi berdirinya pendidikan tinggi PSDKU Unpad Pangandaran, adalah dengan menghibahkan tanah seluas 33 hektare yang berada di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga mendukung berdirinya Politeknik Kelautan dan Perikanan yang terletak di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Intervensi Pemerinah Kabupaten Pangandaran dalam dunia pendidikan salah satunya berpengaruh pada perkembangan angka Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Menengah.

Sejak digulirkan berbagai program yang berhubungan dengan pendidikan masyarakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pangandaran yang di dalamnya terdiri dari pendidikan, kesehatan, dan daya beli terus mengalami kenaikan.

Pada tahun 2013 tercatat 64,73, tahun 2014 tercatat 65,29, tahun 2015 tercatat 65,62. Pada tahun 2016 tercatat 65,79, tahun 2017 tercatat naik menjadi 66,6, dan tahun 2018 tercatat 67,44, serta pada tahun 2019 sebesar 68,21.

Peningkatan kualitas pendidikan melalui program Pangandaran Hebat, untuk capaian rata–rata 8 SPN Kabupaten/Kota berdasarkan Rapot Mutu tahun 2016-2018 jenjang SD di Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2016 berada pada urutan 18 dengan Rapot Mutu 4,62, tahun 2017 urutan ke 9 dengan Rapot Mutu 5,44, dan pada tahun 2018 menjadi urutan ke 4 dengan Rapot Mutu 5,43.

Untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui program Pangandaran Hebat, capaian rata–rata 8 SPN Kabupaten/Kota berdasarkan Rapot Mutu tahun 2016-2018 jenjang SMP di Provinsi Jawa barat pada tahun 2016 urutan 23 dengan Rapot Mutu 4,12. Tahun 2017 menjadi yang terbaik di Jawa Barat urutan ke 1 dengan Rapot Mutu 5,45. Demikian juga di tahun 2018 menjadi yang terbaik berada di urutan 1 dengan Rapot Mutu 5,47.

Untuk program sekolah gratis, Pangandaran Hebat tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran yang terkendala masalah keuangan daerah dampak pandemi COVID-19, masih tetap berjalan. Hal ini disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Rabu (9/6).

Jadi bukan gagal atau tersendat, program Pangandaran Hebat 2020 tetap berjalan. Tapi hanya 80 persen karena di tahun 2020 mengalami masalah keuangan dampak pandemi Covid-19. Namun, program sekolah gratis dengan memberikan bantuan ke sekolah itu tetap berjalan untuk sekolah-sekolah negeri dari jenjang SD sampai SMA.

“Kekuatan fiskal kita di tahun 2020 terganggu akibat pandemi. Kami melakukan refocusing anggaran sampai Rp 100 miliar untuk penanganan Covid-19. Selain itu pendapatan daerah juga berkurang. Jadi bukan tidak mau mencairkan, kita semua tahu tahun 2020 ada force major. Lebih baik kita fokus ke depan, tahun ini mari kita menata lagi,” ujar Bupati.

Terkait bantuan hibah sekolah swasta dan sekolah di bawah naungan Kemenag tahun 2021, Bupati menuturkan, itu bertujuan supaya bisa mewujudkan sekolah gratis.

“Untuk bantuan hibah sekolah swasta dan sekolah di bawah naungan Kemenag tahun 2021, dilakukan rasionalisasi. Proses rasionalisasi ini melibatkan tim dari Dinas Pendidikan dan perwakilan sekolah. Selain rasionalisasi juga dilakukan evaluasi. Nanti tim akan evaluasi apakah benar masih ada sekolah yang menarik pungutan kepada siswa padahal sudah diberi hibah. Kemudian kebutuhannya dirasionalisasi. Apa saja yang bisa kita bantu. Misal kebutuhan seragam ada tiga, baju batik, olahraga, dan baju koko. Dari tiga itu mana yang akan kita bantu. Nah teknis seperti itu nanti dibahas oleh tim,” katanya.

Bupati menegaskan, pihaknya akan sekuat tenaga membantu sektor pendidikan di Pangandaran. Dia mengaku ingin mewujudkan sekolah gratis di semua jenjang pendidikan dasar. Hal ini dibuktikan untuk program Pangandaran Hebat sejak 2016 sampai 2019 digelontorkan anggaran besar. Totalnya sampai Rp 100 miliar. Hanya di pandemi saja yang terganggu.***