ZONALITERASI.ID – Dua narasumber dari Malaysia hadir dalam Seminar Internasional Keuangan Syariah yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula Abjan Soelaeman, Senin, 13 April 2026.
Adapun dua narasumber itu yakni Dr. Nurul Ilyana Muhd Adnan dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Dr. Mohd Taufik bin Mohd Suffian dari Universiti Teknologi MARA (UiTM).
Sebagai informasi, Seminar Internasional ini merupakan pembuka dari event “Sharia Premier Accounting Championship Tournament (SPECTRA 2026)”.
Mengusung tema “Spectrum of Knowledge; Igniting Magic in Science and Analysis/ Spektrum Pengetahuan: Menyalakan Keajaiban dalam Sains dan Analisis”, SPECTRA 2026 menjadi ruang aktualisasi akademik berlevel internasional dan menjadi ajang kompetisi nasional yang mendorong penguatan keilmuan di bidang akuntansi syari’ah.
Kehadiran dua narasumber dari Malaysia memperkuat dimensi global SPECTRA 2026 dan membuka ruang pertukaran gagasan lintas negara terkait perkembangan akuntansi dan praktik keuangan syari’ah.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Dudang menegaskan bahwa SPECTRA merupakan bagian penting dalam membangun tradisi akademik yang unggul, kompetitif, dan berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin.
“SPECTRA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu, analisis, dan nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi akuntan syari’ah yang profesional, adaptif, dan berintegritas,” tuturnya.
Prof. Dudang mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mampu menghadirkan kegiatan akademik berskala luas dengan semangat kolaborasi dan inovasi.
“Atas nama pimpinan saya merasa bangga, bahagia, heppy dan mengapresiasi kerja cerdas sahabat-sahabat atas terselenggaranya SPECTRA 2026, baik dalam bentuk Seminar Internasional maupun Olimpiade. Pihak Fakultas sangat mendukung kegiatan yang kreatif, inovatif untuk kemajuan UIN Bandung,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Akuntansi Syari’ah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, C.PS, C.MC, CTT, menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan, analisis, dan nilai-nilai syari’ah dalam menghadapi tantangan dunia profesional.
“Ilmu pengetahuan adalah spektrum. Seperti cahaya yang terurai menjadi beragam warna, ilmu hadir dalam berbagai disiplin, pendekatan, dan sudut pandang,” ujarnya.
“Ketika berbagai “warna” tersebut dipadukan, akan lahir inovasi yang mampu memecahkan persoalan, data yang menjadi dasar pengambilan keputusan, serta teori yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.”
“Melalui forum ini, diharapkan lahir pertukaran ide, riset terbaru, serta best practice yang dapat memperkuat peran akuntansi syari’ah dalam pengambilan keputusan strategis, mitigasi risiko, serta pembangunan ekosistem halal global,” tambah Mia.
Ketua HMJ Akuntansi Syari’ah, Ilham Abdullah, didampingi Ketua Pelaksana, Kartika Dwifa Siregar, menjelaskan, SPECTRA merupakan program unggulan tahunan HMJ Kabinet Raksabhinaya yang dirancang sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun kompetitif.
“Tahun ini, SPECTRA mengalami peningkatan skala. Jika sebelumnya seminar bersifat nasional dan olimpiade masih regional, kini berkembang menjadi seminar internasional dan olimpiade tingkat nasional,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan SPECTRA 2026 terdiri atas Seminar Internasional yang diselenggarakan pada hari pertama, serta Olimpiade Akuntansi yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya.
Dengan terselenggaranya SPECTRA 2026, HMJ Akuntansi Syari’ah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan yang berkelanjutan. (des)***











