Duh … Masih Banyak Siswa Percaya Hoaks tentang Covid-19

berita berita hoaks terkait covid 19 210213021745 973
Hasil survei nasional yang dilakukan PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menemukan bahwa masih banyak siswa yang percaya terhadap hoaks, (Foto: Republika.co.id).

ZONALITERASI.ID – Hasil survei nasional yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menemukan, terkait dengan Covid-19, masih banyak siswa yang percaya terhadap hoaks.

Sebanyak 31,5 persen dari ribuan siswa percaya rumah sakit memberikan status Covid-19 untuk pasien demi dana.

“Hasil itu didapat setelah melakukan survei dengan 2.358 sampel siswa yang lolos uji perhatian dan berasal dari 34 provinsi. Survei dilakukan pada 1 September hingga 7 Oktober 2021,” kata Peneliti PPIM UIN Narila Mutia Nasir, dalam acara paparan Hasil Survei Nasional 2022 bertema ‘Anak Muda dan Covid-19: Berbhineka Kita Teguh, Ber-hoax Kita Runtuh’, Rabu, 5 Januari 2022.

Selanjutnya Narila mengatakan, sebanyak 20,5 persen responden dalam survei percaya bahwa Covid-19 hanyalah flu biasa dan dinyatakan berbahaya untuk keuntungan pihak tertentu.

Lalu, 20,5 persen responden meyakini Covid-19 adalah senjata biologi yang dibuat negara maju untuk melemahkan negara berkembang dan 39 persen siswa percaya bahwa pandemi Covid-19 adalah hukuman dari Tuhan.

Terakhir, 48 persen responden memiliki sikap fatalis, atau percaya bahwa upaya manusia tidak banyak berarti karena segala sesuatu, termasuk kesehatan, sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

“Mereka yang bersikap fatalis akan makin cenderung percaya terhadap teori konspirasi atau hoaks yang berkembang,” ujarnya.

Menurut Narila, siswa dengan deprivasi relatif yang tinggi juga cenderung memiliki kepercayaan terhadap hoaks. Deprivasi relatif adalah kondisi di mana seseorang merasakan kesenjangan yang subjektif antara dia dan kelompoknya dibanding kelompok lain.

“Hal itu akan berpengaruh terhadap perilaku kesehatan, termasuk ketaatan akan protokol kesehatan,” pungkasnya. (haf)***

Sumber: Antara