Inilah Sosok Guru Pertama di Dunia

4053953657 700x375 1
Ilustrasi guru. (Foto: Istimewa)

ZONALITERASI.ID – Guru adalah sosok yang kerap disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Guru memikul tugas untuk membentuk pola pikir hingga karakter siswa dari tingkatan dasar hingga atas.

Di tengah pentingnya posisi guru, ada pertanyaan, siapa guru pertama di dunia?

Konon, guru sendiri merupakan profesi yang sudah ada sejak lama. Namun dulu guru belum dikenal dengan sebutan seperti sekarang. Sekolah pertama yang berdiri sejak 3.000 SM mendatangkan pendeta sebagai ‘guru’.

Para pendeta mengajari anak laki-laki membaca, menulis, dan berbagai hal tentang humaniora serta matematika. Peradaban Mesopotamia juga mengajarkan anak-anak mereka membaca, menulis, astrologi, bahkan kedokteran.

Seringkali siswa juga menjadi juru tulis dan pustakawan. Namun, ternyata para pendeta ini bukan dianggap sebagai guru pertama di dunia.

Julukan guru pertama di dunia mengarah kepada Konfusius yang kini terkenal sebagai seorang filsuf asal Cina. Berikut profil Konfusius, dilansir dari Wonderopolis

Konfusius lahir di Cina pada tahun 551 SM. Ayah Konfusius meninggal ketika dia masih muda. Akibatnya ia tumbuh miskin dan tidak sempat mengenyam bangku sekolah.

Namun, Konfusius muda tetap belajar secara mandiri selama dibesarkan oleh ibunya. Ia mempelajari berbagai bidang mulai musik, sejarah, hingga matematika.

Waktu itu, sekolah diperuntukkan bagi anak laki-laki yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya. Tapi, ia memikirkan hal lain.

Menurut Konfusius, setiap makhluk hidup harus dididik dan pendidikan adalah jalan menuju peningkatan diri dan kebajikan. Oleh karena itu, ia tak ragu untuk belajar berbagai ilmu secara otodidak.

Di masa tuanya, Konfusius menjadi seorang guru dan tokoh politik. Pada usia 56 tahun ia mengembara ke seluruh Cina dan mencari tempat yang bisa dibantu dalam hal pendidikan. Hal itu dilakukannya selama 11 tahun.

Ketika kembali, ia terus mengajar dan banyak menulis. Menariknya Konfusius tidak pernah mengajar di sekolah, tetapi ia memiliki banyak siswa.

Siswa-siswa itu terus berbagi gagasan dan ilmu dari Konfusius, bahkan setelah ia meninggal dunia. Hal inilah yang membuat banyak orang mengira Konfusius sebagai guru pertama di dunia. ***