Kemdiktisaintek Bakal Tutup Prodi yang tidak Relevan dengan Kebutuhan Industri Strategis

Screenshot 130
Sekjen Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, pada Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali, (Foto: detikEdu).

ZONALITERASI.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menutup sejumlah program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan industri strategis nasional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan, prodi-prodi perguruan tinggi ke depannya akan disesuaikan dengan 8 bidang industri strategis nasional, yakni kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, dan maritim.

“Ada 8 industri strategis yang perlu digagas, perlu ditumbuhkan, kalau bisa tumbuhnya tuh di atas 12-15%,” kata Badri, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, dikutip dari YouTube Kemendukbangga, Kamis, 30 April 2026.

Badri mengharapkan pihak perguruan tinggi rela untuk memilah dan memilih prodi yang perlu ditutup. Dia juga menyatakan Kemdiktisaintek mengharapkan juga mengharapkan dukungan dari konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) untuk mengimpelentasikan rencana ini.

Dia menjelaskan, berdasarkan statistik pendidikan tinggi, salah satu bidang prodi yang dinilai kelebihan lulusan (oversupply) yakni prodi bidang kependidikan.

“Keguruan kita meluluskan tiap tahun 490 ribu,” kata Badri.

“Sementara, kebutuhan untuk lulusan keguruan hanya 20 ribu,” imbuhnya.

Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2024 yang dirilis pada Oktober 2025, bidang ilmu yang menghasilkan lulusan terbanyak masih sama dari tahun sebelumnya, yakni didominasi bidang ilmu pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Berikut 20 prodi dengan lulusan terbanyak di Indonesia pada tahun ajaran 2023/2024.

20 Prodi dengan Lulusan Terbanyak di Indonesia

1. Pendidikan profesi guru: 162.521 mahasiswa
2. Manajemen: 151.679 mahasiswa
3. Akuntansi: 68.015 mahasiswa
4. Pendidikan Guru Sekolah Dasar: 61.756 mahasiswa
5. Ilmu Hukum: 54.887 mahasiswa
6. Pendidikan Agama Islam: 52.798 mahasiswa
7. Kebidanan: 36.899 mahasiswa
8. Teknik Informatika: 35.919 mahasiswa
9. Ilmu Komunikasi: 33.704 mahasiswa
10. Keperawatan: 32.475 mahasiswa
11. Farmasi: 29.183 mahasiswa
12. Teknik sipil: 27.304 mahasiswa
13. Sistem informasi: 25.866 mahasiswa
14. Ilmu keperawatan: 24.937 mahasiswa
15. Pendidikan Profesi Bidan: 21.467 mahasiswa
16. Psikologi: 19.958 mahasiswa
17. Hukum: 18.825 mahasiswa
18. Pendidikan Bahasa Inggris: 18.139 mahasiswa
19. Profesi Ners: 16.128 mahasiswa
20. Ekonomi Syariah: 15.077 mahasiswa.

***

Sumber: detikEdu