ZONALITERASI.ID – dr. Dara Ayu Panjaitan harus melewati banyak rintangan untuk mewujudkan impiannya menjadi dokter. Lika-liku tantangan yang dihadapi untuk meraih titel itu, menjadi cermin untuk meraih cita-cita perlu perjuangan keras.
Dara, sapaan Dara Ayu Panjaitan, dulunya adalah salah satu peserta didik terbaik lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan, Sumatera Utara. Ia lulus dari MAN Asahan pada 2018.
Semasa mengenyam pendidikan di MAN Asahan, Dara adalah peserta didik yang berprestasi dengan raihan Juara Umum 1 di setiap semester sejak kelas X sampai dengan kelas XII. Ia juga pernah meraih Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah tingkat Kabupaten Asahan.
Dara mengungkapkan, sejak duduk di bangku madrasah ibtidaiyah, dirinya aktif mengikuti organisasi ekstrakurikuler yang berhubungan dengan kesehatan yakni dokter cilik.
Kemudian, di bangku madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah ia aktif mengikuti organisasi Palang Merah Remaja (PMR).
Berdiskusi dengan Orangtua
Dara menceritakan pengalamannya dalam memilih jurusan dan universitas setelah lulus MAN Asahan. Setelah berdiskusi dengan orangtua, ia mantab dengan pilihannya yaitu Fakultas Kedokteran di Universitas Sumatera Utara (USU).
“Waktu itu orangtua saya tetap mendukung atas apa yang saya inginkan, namun pilihannya harus tetap di Sumatera Utara. Akhirnya saya putuskan untuk memilih Fakultas Kedokteran USU,” katanya, dilansir dari laman Kemenag, Selasa, 22 April 2025.
Sebenarnya, Dara sempat bimbang untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran. Sebab, kuliah di fakultas ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi saat itu keluarganya sedang menghadapi masa sulit. Ditambah lagi sang ayah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki sang ayah patah, setelah ditabrak lari oleh remaja yang mabuk sambil membawa sepeda motor.
Tidak berputus asa, Dara saat itu mulai mencari-cari informasi tentang beasiswa Bidikmisi. Dengan tekad kuat serta dukungan dari orangtuanya, ia pun mencoba untuk masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) melalui jalur SNMPTN dan mendaftar Bidikmisi.
Awalnya Dara sempat berkecil hati, mengingat pilihannya merupakan jalur yang sulit dan mengingat riwayat kakak kelasnya di MAN Asahan terdahulu sudah lama tidak ada yang memilih Fakultas Kedokteran. Sehingga, ia pun pasrah dengan hasilnya.
Berkat doa orangtua dan atas segala usaha yang telah dilakukanya, akhirnya Dara saat itu dinyatakan lulus SNMPTN di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dengan beasiswa Bidikmisi.
“Saat dinyatakan lulus itu rasanya seperti mimpi, seakan tidak percaya. Pastinya sangat terharu sekali, Alhamdulillah Allah telah mengabulkan doa-doa kami,” kenangnya.
Banyak Rintangan
Diterima masuk Fakultas Kedokteran USU, Dara merasa bahwa mimpinya saat itu mulai terwujud. Namun, saat memasuki masa kuliah ternyata benar-benar banyak rintangan yang harus ia jalani. Beradaptasi dengan cara belajar dengan materi-materi yang melelahkan dan jadwal yang cukup padat ditambah lagi ada ujian yang harus diikuti disetiap bulannya.
“Kalau merasa capek mungkin iya, sebab semester awal jadwal cukup padat, ada praktikum, tutorial, kelas materi, skill lab, ditambah ujian yang setiap bulan ada, memang harus adaptasi dulu. Dan di saat sudah bisa beradaptasi, di semester tiga malah masuk masa-masa covid, dan belajar secara daring kurang menyenangkan menurut saya,” ujarnya.
Tahun demi tahun dilalui dengan berbagai tantangannya berhasil dilewati Dara. Semua itu tidak lepas dari motivasinya untuk membanggakan kedua orangtua. Ia pun sukses meraih gelar sarjana kedokterannya pada Januari 2022.
“Alhamdulillah satu tahap ini sudah saya lewati penuh dengan lika-likunya, itu semua atas doa-doa orangtua saya yang tak pernah putus untuk anak perempuannya ini,” ujarnya.
Berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran, Dara lanjut mengikuti Koas (Co-Assistant) di RSU Universitas Sumatera Utara dan RSUP H. Adam Malik Medan selama 2 tahun. Kemudian untuk meraih gelar dokternya, Dara harus mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang digelar pada bulan Agustus 2024 dan hasilnya nama Dara Ayu Panjaitan pun dinyatakan lulus.
“Pengumuman kelulusannya saat itu disampaikan pada bulan September 2024. Alhamdulillah saya lulus Oneshot, Alhamdulillah juga akhirnya cita-cita saya terwujud dan telah sah meraih gelar dokter,” ucap Dara.
Saat ini Dara sedang penempatan Program Internship di RSUD Bekasi dan di Puskesmas Lambangsari di Kabupaten Bekasi.
Di tengah keberhasilannya itu, Dara tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap Bapak dan Ibu gurunya di MAN Asahan yang telah memberikan ilmu yang sangat berarti dan dukungannya dalam meraih prestasi.
“Terima kasih atas ilmu yang diberikan, bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama saya di MAN Asahan. Saya doakan semoga Bapak dan Ibu guru di MAN Asahan selalu dalam perlindungan Allah SWT dan dapat terus mencetak generasi berprestasi ke depannya,” ucapnya. ***





