Prof. Eka Cahya Prima, Guru Besar Termuda Bidang Fisika UPI Kembangkan Riset Material Sel Surya dan Energi Terbarukan

prof. eka 1223x1536 2
Salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika, Prof. Eka Cahya Prima, tengah mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan di Laboratorium Material Energi Surya di Laboratorium Prodi Fisika dan Prodi Pendidikan IPA UPI, (Foto: UPI).

ZONALITERASI.ID – Salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika, Prof. Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T.. tengah mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan di Laboratorium Material Energi Surya di Laboratorium Prodi Fisika dan Prodi Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sebagai informasi, Prof. Eka Cahya Prima ditetapkan sebagai guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) setelah menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar, yang diserahkan oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., di Ruang Rapat Partere, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.

Dengan capaian tersebut, Prof. Eka tercatat sebagai salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika. Prof. Eka menyandang gelar guru besar pada usia 35 tahun.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada UPI yang telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” kata Prof. Eka, dalam keterangan yang dilansir Humas UPI, dikutip Sabtu, 23 Januari 2026.

“Kami menargetkan pengembangan Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Selain fokus pada riset, kami juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan ESDG (Education for Sustainable Development Goals) dan penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir di UPI,” sambungnya.

Prof. Eka menekankan pentingnya kerja tim. Dia menyampaikan apresiasi kepada para dosen, peneliti, dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok risetnya, yang saat ini melibatkan sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang dan perguruan tinggi di Indonesia.

“Dukungan pimpinan UPI, mulai dari rektor hingga dekan, juga menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pengangkatan Guru Besar tersebut,” ujarnya.

Prof. Eka berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan bangsa, khususnya di bidang energi terbarukan dan pendidikan sains.

Kerja Sama Riset

Terkait keberadaan Laboratorium Material Energi Surya di Laboratorium Prodi Fisika dan Prodi Pendidikan IPA UPI, Prof. Eka mengungkapkan, laboratorium tersebut telah menjalin kerja sama riset dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga nasional, seperti BRIN, ITB, Universitas Padjadjaran, ITS, serta kampus-kampus lain di Pulau Jawa.

“Laboratorium Material Energi Surya juga menerima kunjungan dan kolaborasi riset dari Universitas Sriwijaya dan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan sel surya dan layanan sintesis serta karakterisasi material,” sebutnya.

Sejumlah hasil riset Prof. Eka dan tim telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi tinggi, di antaranya Advanced Energy Materials (Wiley) dan ACS Nano Materials, serta beberapa di antaranya telah berhasil dikomersialisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset energi terbarukan di Indonesia. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *