Rocky Gerung dan Gatot Nurmantyo Kuliah Umum di USB-YPKP Bandung

edi ok 1200x675 1
USB-YPKP Bandung menggelar kuliah umum bertajuk “Menuju Indonesia 2045 Anak Muda Demokrasi dan Pertahanan Bangsa”, (Foto: USB YPKP).

ZONALITERASI.ID – Universitas Sangga Buana Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (USB-YPKP) Bandung menggelar kuliah umum bertajuk “Menuju Indonesia 2045 Anak Muda Demokrasi dan Pertahanan Bangsa”, di Gedung Serbaguna USB-YPKP, Jalan PHH Mustopa No. 68, Kota Bandung, akhir Januari lalu.

Dalam kuliah umum hadir empat narasumber, yaitu Rocky Gerung (filsuf dan intelektual publik), Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI), Refly Harun (pakar hukum tata negara), dan H.M.S. Kaban (tokoh politik dan mantan Menteri Kehutanan).

Rektor USB-YPKP, Dr. Didin Saepudin, mengungkapkan, kuliah umum yang diselenggarakan dalam rangkaian inaugurasi mahasiswa baru ini merupakan komponen esensial untuk membentuk karakter intelektual dan nasionalisme generasi muda.

Kata Didin, inaugurasi tahunan ini dirancang sebagai satu kesatuan yang terintegrasi dalam tiga pilar utama. Pertama, pelepasan simbolis jas almamater setelah satu semester pemantauan oleh senior. Tradisi ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap almamater tanpa membatasi ruang motivasi dan kebebasan berpikir mahasiswa.

Kedua, muatan akademik melalui kuliah umum menjadi inti penguatan kemampuan berpikir kritis.

“Kami secara sengaja menghadirkan narasumber yang mampu membangkitkan sikap kritis sekaligus rasa nasionalisme dan kebangsaan. Mahasiswa diajak memahami pandangan pakar, kemudian mengkaji ulang secara mendalam agar terbentuk pemikiran kritis yang matang,” ujarnya.

“Penguatan tersebut sangat strategis mengingat mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Sikap kritis mahasiswa USB-YPKP telah mulai terlihat dalam diskusi kelas sehari-hari maupun kegiatan ilmiah lainnya.”

“Mereka tidak hanya menguasai hard skill bidang studinya, tetapi juga mampu membaca situasi global misalnya dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat dan menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan serta masyarakat,” sambungnya.

Didin menekankan pentingnya menghindari pola pikir miopik yang terbatas pada ranah teknis semata.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki rasa peduli yang luas terhadap lingkungan sosial, kebangsaan, dan dampak keberadaan mereka bagi masyarakat.

“Kami tidak bertolak belakang dengan pemerintah. Narasumber dipilih karena kredibilitas dan keahliannya baik dari bidang kehutanan di tengah maraknya bencana alam, hukum, maupun ilmu politik. Tujuannya memberikan wawasan mendalam agar mahasiswa dan sivitas akademika dapat mendiskusikan, mengkaji data lebih lanjut, serta menjadikannya referensi untuk tindak lanjut yang lebih konkret di internal kampus,” jelasnya.

Didin menambahkan, USB-YPKP siap menghadapi segala risiko demi menjaga ruang diskusi ilmiah yang terbuka dan konstruktif, selama tetap dalam koridor akademik yang sehat.

“Dengan pendekatan ini, USB-YPKP terus berkomitmen membentuk generasi intelektual yang kritis, nasionalis, peduli, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (des)***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *