ZONALITERASI.ID – SDIT Asmaul Husna kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi seni dan karakter siswa. Sekolah yang berlokasi di Perumahan Tanjungsari Permai, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ini mengirimkan siswanya dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2025 tingkat kecamatan.
Pada tahun ini, siswa-siswi SDIT Asmaul Husna mengikuti lima cabang lomba seni FLS2N 2025 Tingkat Kecamatan Tanjungsari.
Kelima cabang itu yakni Kriya (Anyaman) yang menampilkan karya ramah lingkungan dari bahan daur ulang bertema “Cahaya dari Limbah” dan Berkisah (membawakan kisah inspiratif sarat nilai moral).
Lalu, cabang Menulis Cerita Pendek (fiksi penuh imajinasi dan pesan kebaikan), Menggambar Cerita (ilustrasi cerita dengan kekuatan visual dan naratif), serta cabang Menyanyi Solo (membawakan lagu anak penuh semangat dan ekspresi).
Dalam ajang ini, prestasi membanggakan diraih pada bidang Menyanyi Solo. Siswa SDIT Asmaul Husna berhasil meraih Juara Harapan 2.
Kepala SDIT Asmaul Husna, Rd. Rita Marlina, S.Sos., M.Si., mengatakan, prestasi yang diraih siswa SDIT Asmaul Husna merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Itu menambah prestasi yang diraih sebelumnya, yaitu menjadi Juara Harapan 2 MHQ Putri dan pionering Pramuka 2024.
“Prestasi itu menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan bakat dan potensi siswa. FLS2N adalah wadah luar biasa bagi siswa untuk menyalurkan ekspresi seni dengan tetap menjunjung nilai adab dan karakter Islami. Kami bangga dengan semangat anak-anak dalam menampilkan karya terbaik mereka,” kata Rita, Senin, 19 Mei 2025.
Rita mengungkapkan, partisipasi SDIT Asmaul Husna dalam FLS2N 2025 Tingkat Kecamatan Tanjungsari bukan hanya tentang hasil, tapi juga tentang proses pembinaan, pembelajaran, dan tumbuhnya kecintaan siswa pada seni yang bernilai dan mendidik.
“SDIT Asmaul Husna akan terus berupaya mencetak generasi yang kreatif, berakhlak, dan unggul dalam iman, adab, dan ilmu,” ujarnya.
Selanjutnya Rita menuturkan, SDIT Asmaul Husna terus mendidik siswa baik dari sisi akademik (intrakulikuler) maupun ekstrakulikuler.
Untuk kegiatan intrakulikuler, SDIT Asmaul Husna memiliki ciri khas dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Sekolah yang memiliki 15 guru, 198 siswa, dan 7 rombongan belajar (rombel) ini, mengembangkan pembelajaran kurikulum Quran baru ke kurikulum iman.
Adapun untuk kegiatan ekstrakulikuler, di sekolah ini terdapat ekstrakulikuler Memanah, Menggambar, Bahasa Inggris, Komputer (TIK), Sain Class, dan Angklung.
“Kami pun membiasakan siswa SDIT Asmaul Usna agar melakukan salat duha dan baca Quran. Selain itu, kami memiliki program tahfidz Quran,” terangnya.
Rita menambahkan, ke depan, SDIT Asmaul Husna diarahkan agar tetap menjadi sekolah pelopor untuk wirausaha.
“Saya yakin, dengan dukungan keluarga besar SDIT Asmaul Husna, kami akan istiqomah mendidik siswa secara maksimal. Selain unggul di bidang akademik, kami mendidik siswa agar memiliki akhlak yang Islami,” pungkasnya. (des)***











