ZONALITERASI.ID – Siswa SMKN 1 Bandung mengirim surat kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait Beasiswa Personal Pancawaluya, Rabu, 1 April 2026.. Lalu, apa isi surat yang disampaikan oleh siswa yang berlokasi di Jalan Wastukancana Bandung itu?
Sebagai informasi, sebanyak 8 siswa SMKN 1 Bandung mendapatkan Beasiswa Personal Pancawaluya. Mereka merupakan bagian dari 9.401 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jabar penerima beasiswa ini.
Program yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2025/2026 tersebut diberikan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total anggaran mencapai Rp35 miliar. Setiap siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp3.600.000 per siswa selama satu tahun ajaran.
Fadiya Putri, salah satu siswa SMKN 1 Bandung penerima Beasiswa Personal Pancawaluya, dalam suratnya menulis, dirinya sangat terbantu atas inisiasi Gubernur Jabar untuk menyelenggarakan program ini.
“Terima kasih Pak Gubernur, berkat beasiswa ini saya bisa membantu meringankan beban orang tua untuk membeli seragam sekolah, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya,” ungkap Fadiya.
Siswa lainnya, Aira Oktavia, menulis, selain meringankan beban orang tua dan digunakan untuk kebutuhan seragam serta alat tulis sekolah, beasiswa tersebut juga dimanfaatkan untuk ongkos pulang-pergi sekolah.
“Karena, sebelumnya untuk pergi ke sekolah sangat sulit mendapatkan ongkos,” ujarnya.
Selanjutnya, Melati Agustin, dalam suratnya menyebutkan, dia merasakan beasiswa ini mampu meringankan beban orang tuanya.
“Terima kasih atas pemberiannya, Pak. Saya jadi tidak terlalu membebani kedua orang tua saya,” terangnya.
Sedangkan Noci Rahmayani menulis bahwa beasiswa ini menjadi jawaban atas doanya untuk kebahagiaan keluarga.
“Selama ini saya selalu menahan diri untuk tidak membeli alat tulis baru karena harus mendahulukan kebutuhan yang lebih mendesak. Melihat binar lega di mata orang tua saya karena biaya sekolah berkurang adalah kebahagiaan luar biasa,” tulisnya.
Nurri Tiara Kirani pun merasakan hal serupa. Beasiswa ini sangat meringankan beban keluarga dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Sedangkan bagi Lailla, beasiswa tersebut menyalakan semangat dan motivasinya untuk terus belajar serta meningkatkan prestasi.
Hal yang sama dirasakan Akbar Miftah Ash-Shiddieq.
“Beasiswa Pancawaluya ini sangat membantu dan tidak terlalu membebankan orang tua saya. Kebetulan, yang bekerja di rumah hanya ibu. Saya harap program ini bisa terus berjalan lancar karena di luar sana masih banyak orang tua yang belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya,” ujarnya.
Siswa lainnya, Dendi Nurahman juga menyampaikan terima kasih atas kebijakan Gubernur tersebut.
“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuan beasiswanya. Semoga, Bapak Gubernur sehat selalu dan Allah senantiasa memperlancar rezekinya,” ungkapnya.
Jamin Hak Pendidikan Siswa
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto mengatakan, Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk menjamin hak pendidikan bagi seluruh siswa tanpa diskriminasi status sekolah.
“Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk membantu peserta didik agar tetap mendapatkan layanan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi,” kata Purwanto, Senin 16 Februari 2026.
“Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, yang harus dijamin negara. Tidak boleh ada anak Jawa Barat yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Negara harus hadir memastikan semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” sambungnya.
Purwanto menuturkan, proses penetapan penerima dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan.
Rp35 miliar yang dikucurkan disalurkan kepada 4.641 siswa sekolah negeri dan 4.760 siswa sekolah swasta, sehingga total penerima mencapai 9.401 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB.
“Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3,6 juta yang diberikan selama masa pendidikannya,” ucapnya. (des)***











