ZONALITERASI.ID – Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN UM PTKIN) 2022 diluncurkan pada Selasa 18 Januari 2022.
“SPAN UM PTKIN akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia dan 1 Fakultas Agama PTN yaitu Universitas Singaperbangsa Karawang,” kata Ketua Panitia SPAN UM PTKIN, Imam Taufiq.
Rektor UIN Walisongo Semarang itu menuturkan, untuk proses pendaftaran jalur SPAN PTKIN dilaksanakan mulai bulan Februari hingga April 2022. Daftar program studi dan daya tampung SPAN – PTKIN dapat dilihat pada laman : http://www.span-ptkin.ac.id.
“Sementara, proses pembukaan pendaftaran jalur UM PTKIN, diserahkan ke masing-masing PTKIN, dan akan berakhir pada Juni 2022. Daftar program studi dan daya tampung UM – PTKIN dapat dilihat pada laman: http://www.um-ptkin.ac.id,” tambahnya.
Kreatif dan Inovatif
Sementara Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, saat meluncurkan SPAN UM PTKIN 2022, mengatakan, sejak memasuki situasi pandemi Covid-19, PTKIN dituntut lebih kreatif dan inovatif, utamanya penyelenggaraan ujian secara online, melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
“Pelaksanaan seleksi secara elektronik ini tidak bisa dihindari, bahkan akan menjadi trend seterusnya, meskipun pandemi Covid-19 telah tiada,” kata Menag.
Menurutnya, tranformasi dan investasi digital harus menjadi prioritas. Langkah ini merupakan bukti bahwa PTKIN sangat responsif terhadap perubahan dan tantangan zaman yang ada.
“Karena itu, Perguruan Tinggi tidak boleh stagnan, tapi harus inovatif, responsif, dan mampu meng-cover kebutuhan masyarakat di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.
Menag menyebutkan, berbagai perguruan tinggi di dunia berkompetisi menuju World Class University. Pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) menjadi satu keniscayaan untuk dapat bersaing.
“Tranformasi dan investasi digital di institusi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri harus menjadi program prioritas semua pimpinan PTKIN saat ini,” tuturnya.
Adaptasi
Menurut Menag, PTKIN harus mampu beradaptasi, meningkatkan mutu layanan berbasis kecakapan masa depan, yaitu cognitive flexibility, digital literacy, computational thinking, creative and innovative mindset, emotional and social intelligence sesuai dengan tema Merajut Indonesia Emas, Histori, Mimpi dan Prestasi.
Dikatakanya, ada tiga isu penting dalam pengelolaan Institusi Pendidikan Tinggi saat ini.
Pertama, Institusional Transformation (tranformasi lembaga). Yaitu, perubahan lembaga dan tata kelola keuangan.
Kedua, transformasi digital. Yakni, perubahan sistem layanan manual ke digital dari semua aspek layanan.
Ketiga, transformational from local to national and international.
“Saya meminta kepada semua pimpinan selalu berusaha menjadikan PTKIN sebagai institusi yang nyaman dan harmonis sebagai tempat transfer of knowledge dan creator masa depan dari generasi ke generasi, melahirkan para pemikir, pendidik, pakar, dan pemimpin masa depan, melahirkan individu yang menunjukkan Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar Menag.
“Mari terus mencari terobosan yang terbaik guna menciptakan PTKIN yang berkualitas, bermutu serta berkontribusi bagi paradaban, tidak saja untuk bangsa kita saja, akan tetapi untuk dunia,” tegasnya. (des)***











