ZONALITERASI.ID – Di tengah euforia kelulusan 697 wisudawan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebuah pesan menohok dilontarkan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, M.Kom. Dalam Wisuda Gelombang I Tahun 2026, Selasa, 10 Februari 2026, dia mengingatkan calon pemimpin masa depan untuk menghindari “konspirasi” dan memegang teguh legitimasi moral.
Berbicara di hadapan ratusan wisudawan di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung, Nanan menekankan prinsip “Full Commitment No Conspiracy” (Komitmen Penuh Tanpa Konspirasi). Mantan Wakapolri itu menegaskan bahwa ijazah dan gelar akademik hanyalah aspek legalitas, namun ujian sesungguhnya ada pada legitimasi di mata publik.
“Jadilah pemimpin yang legal dan legitimate. Legal berarti sah secara hukum, legitimate diterima secara moral. Pemimpin sejati harus memiliki keduanya,” tegas Nanan. Peringatan ini menjadi sorotan utama dalam upacara yang mengukuhkan lulusan dari jenjang Diploma hingga Doktoral tersebut.
Senada dengan Ketua MWA, Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa toga yang dikenakan hari ini adalah simbol dimulainya pengabdian nyata.
“Hari ini bukan sekadar pakai toga, ini tandanya tugas kuliah resmi berakhir juga. Saudara adalah generasi baru Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” ujar Rektor.
Pada Gelombang I 2026 ini, UPI meluluskan total 697 wisudawan yang terdiri dari:
– 561 Sarjana (S1)
– 70 Magister (S2)
– 52 Doktor (S3)
– 14 Diploma (D4)
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 116 orang, disusul Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) sebanyak 108 orang.
Sorotan prestasi kali ini jatuh pada tiga wisudawan terbaik dengan IPK sempurna:
– Ghaly Qori Mubaroq (S1 Ilmu Keolahragaan) – IPK 4,00
– Sunarto Arif Sura’ (S2 Pendidikan Biologi) – IPK 4,00
– Nurlaila Hayati (S3 Pendidikan IPA) – IPK 4,00
Nuansa internasional juga mewarnai wisuda kali ini dengan perwakilan mahasiswa asal Filipina, Ahmad Dindang Mababaya, wisudawan Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Wisuda yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pembacaan janji alumni dan seremonial ucapan selamat dari rektor dan dekan/direktur kepada seluruh wisudawan, menandai transisi para wisudawan dari menara gading akademis menuju realitas masyarakat yang menuntut integritas tanpa kompromi. (Mardani Mastiar)***











