10 Keunggulan Buku Cetak Dibandingkan Buku Digital

9 8112d5674dd85b82251c34aece097378 05208e52001a27f4e8bdf048b5a51b4b
Buku cetak tetap memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri (Ilustrasi:pexels.com/Andrea Piacquadio)

ZONALITERASI.ID – Di tengah kemajuan teknologi yang makin canggih, dunia perbukuan mengalami perubahan. Keberadaan buku digital dengan segala kepraktisannya kini makin populer di kalangan pembaca. Meski begitu, buku cetak tetap memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri.

Selain sebagai kebutuhan nostalgia, buku cetak punya keistimewaan lain yang lebih konkret. Berikut ini 10 keunggulan buku cetak dibandingkan buku digital.

10 Keunggulan Buku Cetak Dibandingkan Buku Digital

1. Bisa dijual kembali

Bagi pembaca buku dengan kelas ekonomi menengah ke bawah, praktik jual-beli buku bekas bisa mendukung hobi membaca selain dari kegiatan meminjam buku. Buku digital belum memungkinkan untuk praktik semacam ini.

2. Kepemilikannya bisa dialihkan

Peralihan kepemilikan yang biasanya dilakukan pecinta buku adalah kegiatan barter atau pewarisan. Barter biasanya dilakukan dengan pencinta buku lain. Entah untuk tujuan merekomendasikan buku favorit agar dibaca orang lain atau berharap buku yang tidak sesuai selera menemukan pemilik baru yang lebih cocok.

3. Tidak memerlukan perangkat pendukung lain

Masalah lain dari buku digital adalah harus adanya keberadaan perangkat lain yang bisa mendukung aksesnya. Sedangkan perangkat pendukung yang dimaksud harganya bisa berkali-kali lipat dari harga bukunya. Belum lagi biaya perawatannya.

4. Lebih minim distraksi

Distraksi dari habisnya baterai terlebih jika diperparah dengan pemadaman listrik atau kondisi lain yang membuat tak bisa isi ulang, tentunya tak akan ditemui oleh pembaca buku cetak.

5. Layout buku cetak umumnya lebih indah

Permasalahan layout dalam buku cetak vs digital ini agak tricky. Jika mempertahankan layout buku cetak ke dalam buku digital, akan ada beberapa kemungkinan masalah. Layout yang disusun untuk kebutuhan buku cetak kadang tampilannya jadi tidak sesuai niatan awalnya. Contohnya seperti muncul tampilan atau gambar yang terpotong karena di buku cetak dimaksudkan dilihat langsung dalam dua halaman berjajar.

6. Memungkinkan kreasi 3D

Buku pop up atau sekadar bagian marketing yang memanfaatkan kreasi 3D dalam produk bukunya merupakan salah satu keunggulan lain buku cetak. Teknologi buku digital saat ini belum memungkinkan untuk melakukan hal tersebut meski angan serupa telah tertuang dalam beberapa cerita fiksi ilmiah. Sebagai gantinya, buku digital juga memiliki potensi berkreasi dalam bentuk lainnya.

7. Keberadaannya tidak tergantung pada masa beroperasinya perusahaan pengelola

Mayoritas produk digital umurnya sangat tergantung pada umur perusahaan pengelolanya. Tak terkecuali produk buku digital. Jika pengelola suatu buku digital tutup, maka akses pembaca ke buku miliknya yang sudah dibeli bisa saja menghilang.

Beruntung jika pembaca mendapatkan kompensasi, tetapi karena kebanyakan alasan tutup adalah masalah keuangan, jadi mungkin harapan tersebut akan sulit terwujud. Kasusnya akan berbeda dengan penerbit buku cetak yang tutup. Buku yang telah pembaca beli tetap bisa dinikmati sesuka hati.

8. Tak perlu mengkhawatirkan format buku generasi lama akan sulit terakses karena perbedaan teknologi

Sebagaimana produk digital lainnya, ebook juga hadir dalam beragam format. Semakin berkembangnya teknologi, ada kemungkinan beberapa format akan jadi ketinggalan zaman. Tak bisa dimungkiri bahwa hal tersebut memunculkan potensi format tertentu, dimana suatu hari tidak lagi didukung teknologi di suatu zaman.

9. Menghadirkan sensasi pengalaman unik

Membaca buku cetak menghadirkan sensasi pengalaman unik yang belum bisa sepenuhnya ditiru buku digital. Untuk sensasi membalik halaman, beberapa aplikasi ebook reader sudah mencoba mengadopsinya. Akan tetapi pengalaman seperti mencium aroma buku, merasakan perbedaan tekstur kertas, merasakan berat buku yang berbeda-beda, dan sebagainya adalah beberapa sensasi khas yang hanya bisa dialami pembaca buku cetak.

10. Nilai koleksi

Meski hanya berlaku pada sebagian pecinta buku, koleksi buku cetak memiliki nilai sentimental tersendiri. Para kolektor buku sering sengaja berburu buku tertentu dalam berbagai edisi cover, bahasa, atau justru mencari cetakan pertamanya.
Kisah-kisah kolektor buku terutama yang cukup ekstrem banyak diabadikan dalam otobiografi ataupun jadi inspirasi cerita fiksi. Salah satu fenomena unik yang sepertinya tidak akan berlaku pada buku daring. (des)***

Sumber: IDN Times

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *