2.600 Mahasiswa UPI Ikuti KKN Tematik, Usung 2 Tema Besar

298a3e72 69d6 48e5 ad10 2ab2a007fd18 1024x461 1
Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi UPI, Prof. Agus Rahayu melepas sebanyak 2.600 mahasiswa yang akan mengikuti KKN Tematik Semester Genap Tahun 20222/2023, (Foto: Humas UPI).

ZONALITERASI.ID – Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P., melepas sebanyak 2.600 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Semester Genap Tahun 20222/2023. Kegiatan berlangsung di Halaman Parkir Timur Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudhi Bandung, Rabu, 26 Juli 2023.

KKN Tematik UPI merupakan mata kuliah wajib yang ditempuh mahasiswa UPI pada semester 6 dengan bobot 2 sks dan 20 SKS untuk KKN MBKM atau P2MB. Mahasiswa KKN UPI tersebar di 2 provinsi (Jawa Barat dan Banten), 22 kabupaten/kota, 7 kecamatan, serta 293 desa. Mahasiswa akan melaksanakan KKN selama 1 bulan, mulai 26 Juli 2023 sampai 26 Agustus 2023.

“UPI telah berhasil melaksanakan KKN selama 48 tahun, sejak tahun 1975 hingga sekarang. Secara konsisten UPI terus berinovasi dalam mengembangkan tema-tema KKN dengan fokus program spesifik yang didasarkan kepada kebutuhan masyarakat relevan dengan program pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan visi misi dan program UPI, dengan karakteristik yang profesional institusional dan interdisiplin,” kata Rektor UPI, Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam sambutan yang dibacakan oleh Prof. Agus Rahayu.

Dia meminta para mahasiswa KKN untuk bisa bekerja sama dan berkoordinasi dengan aparat desa ataupun aparat setempat. Mahasiswa bisa mengimplementasikan berbagai ilmu pengetahuan untuk membantu masyarakat dalam mengentaskan berbagai kekurangan yang ada di masyarakat.

“Mahasiswa KKN UPI di lapangan, memiliki banyak peran, baik sebagai katalisator, konsultan, problem solver, motivator, dan fasilitator,” terangnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPI, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., berharap, mahasiswa KKN dapat membantu pemerintah dalam melaksanakan capaian Sustainable Development Goals/SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan).

“Jika melihat 17 program SDGs, silahkan pilih programnya, tidak usah terlalu banyak, tidak usah terlalu muluk-muluk. Yang penting dalam 1 bulan ini dapat dilaksanakan dengan baik, termasuk program-program yang lainnya,” katanya.

Di internal LPPM sendiri, lanjut Prof. Dadang, pihaknya memiliki tema besar yaitu Harmoni UPI Bersama Masyarakat.

“Tolong, harmoni ini dijaga dengan baik. Anda membawa nama baik UPI, jaga almamater UPI,” katanya.

2 Tema Besar

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UPI, Dr. Leni Anggraeni, M.Pd., menjelaskan, ada 2 tema besar dalam pelaksanaan KKN ini.

Pertama, bekerja sama dengan BKKBN untuk penuntasan stunting dan pencegahannya dengan mengusung tema ‘KKN Tematik Si Penting (Mahasiswa Peduli Stunting) Berbasis MBKM’.

Kedua, ‘KKN Tematik Membangun Eksistensi Desa Berbasis SDGs’.

“Mahasiswa peserta KKN akan berada di lapangan selama 30 hari 120 jam. Mereka melaksanakan program dengan 2 tema tersebut. Ke-2 tema tersebut sudah dipilah, 10 kabupaten/kota mendapatkan tema ‘KKN Tematik Si Penting (Mahasiswa Peduli Stunting) Berbasis MBKM’. Sementara itu, tema KKN Tematik Membangun Eksistensi Desa Berbasis SDGs untuk 12 kabupaten/kota,” ucapnya.

”Sebanyak 94 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) hadir di lapangan untuk mendampingi para peserta. Para DPL ini merupakan perwakilan dari setiap program studi maupun fakultas yang mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN. Di samping itu, mereka juga akan melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat, tentunya melalui kolaborasi dengan mahasiswa bimbingan KKN-nya,” tambah Leni. (des)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *