GIS FEBI UIN Bandung Bedah Analisis Fundamental Berbasis Syariah

e12c232f 9b33 4de8 9fc8 441856cdfd9b scaled
GIS FEBI UIN Bandung menggelar Seminar Nasional bertajuk “Kesesuaian Teknik Analisis Fundamental dengan Prinsip Ekonomi Syariah dalam Pasar Modal”, di Aula FEB, Selasa, 27 Mei 2025. (Foto: Dok. UIN Bandung)

ZONALITERASI.ID – Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Nasional bertajuk “Kesesuaian Teknik Analisis Fundamental dengan Prinsip Ekonomi Syariah dalam Pasar Modal”, di Aula FEB, Selasa, 27 Mei 2025.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa dan civitas akademika mengenai bagaimana teknik analisis fundamental dapat diterapkan dalam kerangka investasi syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Tiga narasumber berkompeten hadir dalam seminar ini, yaitu Al Gifaru Hasnul (Pengembangan Produk Syariah Bursa Efek Indonesia [BEI]); Charian Firdiady (Investment Specialist Mirae Asset Sekuritas); dan Arjuna Yuhansah (Research & Education SIG Community).

Saat membuka seminar, Wakil Dekan I FEBI, Dr. Iwan Setiawan, S.Ag., M.Pd., M.E.Sy., menegaskan pentingnya literasi pasar modal syariah bagi mahasiswa ekonomi Islam.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep ekonomi syariah secara normatif, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik ekonomi nyata, termasuk dalam pasar modal,” ungkapnya.

Pembina GIS FEBI, Gina Sakinah, S.E., Sy., M.E., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta konsistensi GIS dalam menyelenggarakan program edukatif.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengintegrasikan ilmu pasar modal dengan nilai-nilai syariah. Dengan begitu, mahasiswa memiliki fondasi intelektual dan spiritual yang kuat saat terjun ke dunia investasi,” jelasnya.

Sementa Al Gifaru Hasnul, dari Pengembangan Produk Syariah BEI, dalam pemaparannya menekankan bahwa prinsip kehati-hatian dalam analisis fundamental sangat selaras dengan nilai-nilai syariah, seperti keadilan, transparansi, dan keberlanjutan.

“Salah satu indikator penting dalam analisis fundamental adalah menilai rasio keuangan yang mencerminkan stabilitas serta kejujuran laporan keuangan emiten. Ini sangat bersinergi dengan prinsip syariah yang menekankan pada transaksi yang bersih, adil, dan bebas riba,” paparnya. (des)***