Wakil Menkomdigi Nezar Patria: Media Miliki Fungsi Vital Penyaji Data dan Fakta

139205c2 0435 4f85 a2c2 06ab113e8e4f
Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), di Hotel The Acacia Jakarta, pada Sabtu, 21 Juni 2025, (Foto: Dok. JMSI Jabar).

ZONALITERASI.ID – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial dan kehadiran kecerdasan buatan (AI), pertanyaan mendasar kembali mencuat dalam Munas JMSI ke-2: Masih pentingkah perusahaan media dan profesi jurnalistik saat semua orang bisa jadi penyampai informasi?

Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Nezar Patria, meskipun semua orang kini bisa menyebarkan informasi, media tetap memiliki fungsi vital sebagai penyaji data dan fakta.

“Yang hilang hari ini adalah integritas informasi. Masyarakat dibanjiri hoaks dan narasi manipulatif. Maka media profesional tetap menjadi benteng terakhir akurasi,” jelas Nezar, pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), di Hotel The Acacia Jakarta, pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Nezar mengungkapkan, fenomena AI yang mampu memproduksi konten visual dan audio menyerupai tokoh publik sebagai ancaman nyata.

“Bayangkan wajah Presiden dibuat oleh AI, lengkap dengan suara, dan menyampaikan pesan palsu. Kekacauan bisa muncul dari situ,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya literasi digital dan AI, agar masyarakat bisa membedakan antara fakta dan fiksi. Dalam konteks itu, keberadaan perusahaan media yang profesional dan taat kode etik sangatlah penting.

Selain itu, isu keberlanjutan industri media juga menjadi perhatian. Nezar menyinggung platform-platform media konvensional yang tumbang satu per satu dan pentingnya mencari model bisnis baru.

“Publisher rights hanya menutupi 17% dari biaya operasional. Kita harus lebih kreatif mencari sumber daya agar media bisa bertahan,” jelasnya. (des)***