ZONALITERASI.ID – Prestasi luar biasa dicapai oleh Khoirul Anam (28), anggota satuan pengamanan (satpam) sebuah bank BUMN di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tak tanggung-tanggung, Anam mencatatkan prestasi nasional dengan menyabet rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak.
Pria yang tercatat menempuh pendidikan S1 Manajemen Universitas Pamulang, S1 Pendidikan Agama Islam STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah, dan S2 Manajemen Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma ini, juga aktif menghasilkan karya tulis ilmiah dan buku.
Hingga saat ini, Anam telah mempublikasikan 13 karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional, serta delapan buku yang telah terdaftar di Perpustakaan Nasional.
“Terus untuk dua jurnal lagi itu sudah diserahkan ke pihak kampus karena sebagai tugas akhir skripsi dan tesis begitu. Ada tiga buku lagi yang sedang saya garap sekarang,” kata Anan, dikutip dari laman Kompas, Jumat, 6 Februari 2026.
Merantau ke Jakarta
Perjalanan Anam sebagai seorang satpam sendiri bermula pada 2018. Saat itu, dia nekat merantau dari kampung halamannya di Kabupaten Tanggamus, Lampung, ke Jakarta, hanya dengan modal Rp 1 juta.
“Saya nekat merantau dari Lampung sampai ke Jakarta hanya modal biaya satu juta rupiah untuk bertahan hidup di Jakarta,” katanya.
Anam kemudian mendatangi perusahaan penyedia jasa keamanan di wilayah Kapuk, Jakarta Utara. Beruntung, ia langsung diterima bekerja.
Sebagai satpam, Anam sempat ditempatkan di sejumlah lokasi, termasuk pusat perbelanjaan, sampai akhirnya ditugaskan di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok pada 2022 hingga saat ini.
Perjalanan hidup Anam tidak selalu mulus. Pada 2018, dia sempat sakit hingga kritis, bahkan koma. Kondisi tersebut sempat membuat keluarga pesimis terhadap peluang hidup Anam.
“Saat itu ada insiden saya seperti sakit, tetapi sakitnya itu tidak terdeteksi medis. Sempat koma dan dirawat di beberapa rumah sakit dulu di Lampung,” ujarnya.
Dia menjuturkan, pengalaman tersebut menjadi titik balik hidupnya untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
“Dari sakit itu sebenarnya sih ada motivasi. Saya harus hidup di umur kedua ini harus menjadi yang lebih baik,” kata Anam.
Tekuni Dunia Pendidikan dan Penulisan
Setelah kembali bekerja, Anam mulai menekuni dunia pendidikan dan penulisan. Dia memulai kebiasaan menulis untuk mengisi waktu luang di sela tugasnya sebagai satpam.
Anam menempuh pendidikan S1 Manajemen di Universitas Pamulang pada 2019 melalui kelas karyawan. Dia harus membagi waktu antara bekerja dengan sistem shift sambil berkuliah.
Setelah lulus pada 2023, Anam melanjutkan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Bersamaan dengan itu, dia juga menempuh pendidikan S1 kedua di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah pada Program Studi Pendidikan Agama Islam.
“Karya ilmiah yang saya buat selama menempuh pendidikan S1 dan S2 merupakan upaya untuk lebih menajamkan pemahaman terhadap ilmu yang saya pelajari. Saya akan terus belajar dan ingin mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang pengajar,” pungkas Anam. (des)***





